Ia menilai Indonesia memiliki peluang untuk membangun model tata kelola digital yang dapat menjadi referensi internasional.

>>> Cara Mengaktifkan 5 Fitur Terbaru Ray-Ban Meta yang Gratis Selama 2026

"Jika kita dapat membangun model fitur yang efektif dalam menurunkan risiko bagi anak-anak, maka model tersebut dapat menjadi acuan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan anak-anak tetap memperoleh manfaat teknologi digital untuk belajar dan berkembang, namun di saat yang sama terlindungi dari berbagai potensi risiko.

Menurutnya, isu perlindungan anak di ruang digital kini menjadi perhatian global sehingga membutuhkan kolaborasi lintas negara, pemerintah, dan penyedia platform digital.

"Saya tidak ingin gerakan perlindungan anak berhenti hanya karena pendekatan yang diterapkan di berbagai negara tidak tepat.

Karena itu, Indonesia ingin menawarkan model yang seimbang, melindungi anak-anak sekaligus tetap memberi ruang bagi inovasi teknologi berkembang secara bertanggung jawab," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Government Affairs and Public Policy Google Markham Erickson menyatakan dukungannya terhadap pendekatan regulasi Indonesia.

Menurutnya, pendekatan berbasis risiko lebih efektif dibandingkan pelarangan menyeluruh karena mampu memfokuskan regulasi pada faktor-faktor yang benar-benar menimbulkan risiko bagi anak.

"Kami menilai pendekatan berbasis risiko merupakan pendekatan yang lebih cerdas.

Regulasi tidak harus berupa larangan menyeluruh, tetapi dapat difokuskan pada faktor-faktor yang benar-benar menimbulkan risiko bagi anak," ujar Markham.

Dalam pertemuan tersebut, Google juga memaparkan sejumlah inisiatif perlindungan anak yang telah diterapkan.

>>> Airbus Siapkan A220-300 dengan 160 Kursi, Sertifikasi Ditargetkan 2027

Inisiatif tersebut antara lain penilaian risiko produk digital, pelatihan literasi digital bagi lebih dari 1.100 komunitas orang tua bersama BPSDM Kemkomdigi dan ICT Watch, pengembangan Google Family Link, pembatasan hasil pencarian untuk kata kunci berisiko, serta pembaruan fitur keamanan di YouTube.