Selain melayani pesanan cenderamata, produk Nauli Ecoprint juga telah dipasarkan di Bandara Internasional Kualanamu dan mencatatkan penjualan rutin setiap bulan.

Menurut Sari, penggunaan bahan alami bukan sekadar nilai jual, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

"UMKM harus semakin semangat menyampaikan bahwa produk berbahan alam itu penting untuk mengurangi limbah. Apalagi saat ini kondisi hutan sudah semakin gundul," katanya.

Ke depan, Nauli Ecoprint tengah mengembangkan inovasi baru berupa kertas daur ulang dengan teknik ecoprint sebagai komitmen menghadirkan produk yang semakin ramah lingkungan.

Sari berharap Bank Indonesia terus memperkuat pembinaan bagi UMKM, khususnya dalam pelatihan, penyediaan foto produk profesional, dukungan pemasaran, serta mengikutsertakan pelaku usaha dalam pameran dan bazar.

Selama tiga tahun terakhir, Nauli Ecoprint secara konsisten dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi, termasuk Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU), dengan menampilkan produk unggulan seperti gantungan kunci resin, tas kulit, dompet kulit, dan aneka kerajinan lainnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Sari tetap optimistis. Menurutnya, tren penggunaan produk ramah lingkungan terus meningkat dan menjadi peluang besar bagi UMKM Indonesia.

"Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan semakin meningkat, seperti yang sudah diterapkan di negara-negara lain, misalnya Singapura.

>>> Medan Fashion Trend 2026 Dorong Wastra Sumut Naik Kelas

Itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi," tutupnya.