Wawancara: Sutradara dan Penulis Skenario Dr. STONE Kenang Perjalanan Anime
Pada akhirnya, Penulis Skenario Sunayama disuruh, “Tulis sampai bab berikutnya dulu, lalu pikirkan. Coba tulis sekali saja.”
Dia melakukannya dan, pada akhirnya, itulah adegan yang mereka pilih.
Para penulis juga menghadapi masalah kecepatan saat menulis naskah.
“Dalam hal komposisi seri, tantangan terbesar adalah ketika kami awalnya diberi tahu akan ada tiga cour—36 episode—dan kami menyadari ceritanya tidak akan muat dalam 36 episode.
Kami berjuang keras untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan. Pada akhirnya, menjadi 37 episode, karena kami harus meminta satu episode tambahan,” kata Sunayama.
“Kami akhirnya sedikit meregangkan cerita—menjadi seukuran satu episode penuh,” tambah Sutradara Matsushita. “Karena itu episode terakhir, kami diizinkan memasukkan cukup banyak tambahan.
Saya ingin melakukannya, satu episode tambahan itu.”
Tantangan Visual dan Riset Sains
Bagi Sutradara Matsushita, tantangan yang paling diingatnya berasal dari mengadaptasi satu karakter spesifik dari halaman ke layar. “Tantangan terbesar adalah bagaimana menggambarkan Why-man di akhir secara visual.
Visualisasinya muncul di manga, tapi bagaimana menerjemahkannya ke animasi? Apa yang harus kami lakukan?
Apakah kami harus menganimasikannya apa adanya? Cukup sulit untuk diekspresikan.”
>>> Fans Star Wars Bagikan Momen yang Sering Salah Diingat
Tentu saja, salah satu tantangan yang jelas dihadapi seluruh produksi adalah mendapatkan sains yang benar.
“Pada akhirnya, saya hampir tidak tahu apa-apa tentang sains setelah Dr. Xeno muncul dalam cerita,” canda Matsushita.
“Saya melakukan banyak riset, baik di internet maupun sendiri—membeli buku dan ensiklopedia serta membacanya.
Tapi masih banyak hal yang tidak saya mengerti, jadi saya berkonsultasi dengan para ahli.”
“Mengenai peradaban modern setelah pengenalan Dr. Xeno, saya secara pribadi melakukan banyak riset—terutama tentang komputer, seperti Parametron (komponen komputer asli yang dikembangkan di Jepang dulu),” tambah Kindaichi.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







