Ketiga, infrastruktur pengisian daya yang belum siap mendukung operasional kendaraan berat. Meski jumlah SPKLU nasional terus meningkat, sebagian besar belum memiliki spesifikasi ultra-fast charging yang dibutuhkan.

Meski demikian, momentum percepatan mulai terlihat. Sejumlah perusahaan telah melakukan uji coba penggunaan truk listrik di berbagai sektor.

Ada pula inisiatif seperti National Green Corridor Initiative dan platform Truck Route Assessment & Charging Evaluation (TRACE).

Keduanya dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi koridor logistik prioritas dan kebutuhan infrastruktur pengisian daya.

Sustainable Infrastructure Finance Specialist WRI Indonesia, Dwangga Nugraha, menilai bahwa perusahaan yang telah mengadopsi truk listrik berhasil membangun proof of concept yang kuat.

Hal ini didukung oleh komitmen dan executive buy-in dari top-level management.

Menurutnya, transisi menuju kendaraan rendah emisi harus dimulai sebagai keputusan strategis di tingkat kepemimpinan perusahaan.

Adopsi truk listrik bukan hanya komitmen lingkungan, tetapi juga strategi memperkuat resiliensi operasional dan kinerja bisnis.

Melalui IZEHDV Summit 2026, WRI Indonesia mendorong kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan penyedia teknologi.

>>> Jet Tempur Siluman Canggih Rusia Su-57 Jatuh di Oblast Moskow

Langkah ini diharapkan mendukung target penurunan emisi nasional, ketahanan energi, efisiensi logistik, dan daya saing ekonomi.