Dunia hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan pernyataan blak-blakan dari Ratu Ngebor, Inul Daratista. Penyanyi dangdut legendaris ini secara terbuka menagih tunggakan pembayaran yang diduga mencapai miliaran rupiah dari sebuah stasiun televisi swasta. Unggahan yang dilayangkan melalui akun Instagram pribadinya, @inul.d, pada Rabu (23/7/2026) ini sontak memancing reaksi keras, empati, dan dukungan masif dari warganet serta sesama pekerja seni.
 
Langkah Inul ini dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang kerap dialami oleh para artis dan pekerja kreatif di industri hiburan Indonesia, di mana hak finansial mereka sering kali terabaikan demi kepentingan korporasi media.
 

Kronologi Unggahan yang Menggemparkan Jagat Maya

Dalam unggahannya, Inul tidak main-main. Ia dengan tegas menuntut haknya atas sejumlah penampilan yang telah ia lakukan untuk stasiun televisi tersebut. Namun, yang menarik dari pernyataan Inul adalah sikap objektifnya. Ia tidak serta-merta menggeneralisasi seluruh industri, melainkan memberikan apresiasi kepada pihak yang telah menjalankan kewajibannya dengan baik.
 
"Woi bayar woi! Pada heboh belum dibayar TV, hei yang disiplin dan rapi tuh Indosiar Group, MNC TV Group, Trans TV Group. Yang kampret cuma ****," tulis Inul dalam unggahannya yang kini telah viral.
 
Penyebutan nama-nama grup media besar seperti Indosiar, MNC, dan Trans TV secara spesifik menunjukkan bahwa Inul memiliki data dan pengalaman langsung mengenai profesionalisme pembayaran. Hal ini sekaligus memberikan sinyal keras kepada stasiun televisi yang menunggak bahwa standar profesionalisme sebenarnya sangat mungkin diterapkan.
 

Nilai Tunggakan Fantastis dan Keraguan yang Akhirnya Terbongkar

Lebih mengejutkan lagi, Inul mengungkapkan bahwa total tunggakan yang belum dibayarkan kepadanya mencapai angka miliaran rupiah. Jumlah yang fantastis ini tentu menjadi beban tersendiri bagi seorang artis yang juga memiliki tanggung jawab terhadap tim kerja dan keluarganya.
 
Dalam keterangannya, Inul mengaku sempat merasa bingung dan ragu-ragu untuk mengangkat masalah ini ke ranah publik. Ada kekhawatiran akan dampak hukum atau reputasi yang mungkin timbul. Namun, melihat adanya gelombang diskusi serupa yang dimulai oleh pihak lain, ia akhirnya memberanikan diri untuk ikut bersuara.
 
"Masih miliaran durung dibayar, tapi yang punya masih lenggang kangkung, nagihnya ke mana. Dari kemarin-kemarin mau naikin tagihan ke publik maju mundur, mumpung ada yang memulai ikutan jadinya," keluh Inul dengan nada kecewa yang kental.
 
Tak hanya berhenti di situ, Inul juga melemparkan sindiran tajam yang menyentuh aspek legalitas yang lebih dalam. Ia mempertanyakan integritas keuangan stasiun televisi tersebut dengan menyinggung kemungkinan adanya pelanggaran kewajiban perpajakan. "Jangan-jangan gak membayar pajak negara pula nih," tandasnya, yang sontak menambah dimensi serius pada kasus ini.
 

Update Terbaru