Permintaan Maaf dan Sikap Profesional di Hadapan Media

Dalam konferensi pers Love On The Menu, Hani EXID menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme tingkat tinggi. Ia lebih dulu menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada publik atas kekhawatiran yang timbul akibat kasus yang menimpa calon suaminya.
 
"Sejujurnya, aku juga merasa menyesal membicarakan kehidupan pribadiku di acara seperti ini," ungkap Hani dengan nada suara yang tenang namun penuh penghayatan. "Banyak orang yang telah mencurahkan hati, waktu, dan keringat mereka untuk membuat drama ini. Harapan terbesarku adalah tidak menyebabkan kerugian apa pun pada proyek ini. Aku mohon pengertian kalian mengenai pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku jawab secara detail."
 
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya rasa tanggung jawab Hani terhadap tim produksi. Ia memilih untuk sangat berhati-hati dalam merespons setiap pertanyaan wartawan, memastikan bahwa fokus utama tetap pada karya seni yang akan segera disajikan, bukan pada drama kehidupan pribadinya yang telah berlalu.
 

Transformasi Karakter: Mendalami Peran Han Gyu Rim

Kembali ke dunia akting bukanlah hal yang mudah setelah vakum selama dua tahun, terutama dengan beban mental yang pernah ditanggungnya. Namun, Hani mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bertemu kembali dengan penonton melalui peran Han Gyu Rim dalam Love On The Menu.
 
Karakter Han Gyu Rim digambarkan sebagai seorang wanita tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga. Sehari-hari, ia berjualan lauk pauk di pasar tradisional, sebuah peran yang jauh dari image glamor seorang idola K-Pop. Untuk mendalami karakter ini secara autentik, Hani mengaku harus belajar memasak secara intensif. Dedikasinya dalam mempelajari keterampilan baru ini diharapkan dapat menghadirkan kedalaman emosional dan realisme yang kuat pada setiap adegan yang ia perankan.
 
Banyak pengamat drama yang menilai bahwa ketangguhan karakter Han Gyu Rim sedikit banyak mencerminkan perjalanan hidup Hani di dunia nyata: seorang wanita yang jatuh, namun bangkit kembali dengan lebih kuat dan bijaksana.