"Nah, ketika ada MBG ini justru stabil. Jadi permintaan terus ada, produksinya ini kan jadi konsisten dengan permintaan yang ada," tutur Budi.

Ia meyakinkan bahwa keberlanjutan program MBG memberikan kepastian permintaan bagi produsen, sehingga produksi dapat disesuaikan secara lebih konsisten.

Hal tersebut dinilai mampu mengurangi gejolak harga yang sebelumnya dipicu ketidakpastian pasar.

"Sekarang telur surplusnya 12 persen. Artinya untuk kebutuhan MBG, jadi semua berjalan dengan baik.

Ya produksinya ikut terus meningkat, semua terlibat secara ekosistem ekonominya semua terlibat ya, baik dari produsen ya maupun dari sektor-sektor lain ya, tidak hanya peternakan tapi juga pertanian dan sebagainya.

>>> Sharenting: Antara Kenangan Manis dan Risiko Privasi Anak

Jadi bagus sih," tandas pria yang akrab disapa Busan tersebut.