Meski demikian, ia menilai arus dana ETF tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan dalam menentukan arah investasi.

Menurutnya, pergerakan pasar aset kripto masih dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi, mulai dari inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi likuiditas global, hingga perkembangan regulasi di berbagai negara.

ETF memang dapat menjadi indikator awal perubahan sentimen investor institusi.

Namun, arah pergerakan pasar tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, likuiditas global, hingga perkembangan regulasi di berbagai negara.

Oleh karena itu, penting untuk melihat berbagai indikator secara menyeluruh sebelum berinvestasi,” katanya.

William menambahkan, meningkatnya partisipasi investor institusi melalui ETF menunjukkan bahwa aset digital semakin diterima sebagai bagian dari sistem keuangan global.

>>> Prank Pernikahan Berujung Petaka, Pengantin dan Groomsmen Didenda Rp 607 Juta

Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko serta tujuan keuangan masing-masing, mengingat volatilitas pasar kripto masih relatif tinggi.