"Hampir setiap perusahaan yang kami temui memiliki pengalaman serupa. Demo AI berjalan baik, tetapi proyek berhenti ketika masuk tahap implementasi.

Masalahnya biasanya bukan pada model AI, melainkan data yang menjadi fondasinya," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Databricks dan perusahaan teknologi Indonesia Insignia menjalin kemitraan strategis melalui Databricks Delivery Provider Programme (DPP).

Kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan membangun fondasi data yang lebih terintegrasi sehingga implementasi AI dapat berjalan hingga tahap produksi.

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan mendukung implementasi platform data, machine learning, MLOps, hingga AI generatif untuk berbagai sektor, termasuk perbankan, fintech, ritel, dan BUMN.

Pengamat menilai, keberhasilan transformasi AI di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan algoritma, tetapi juga kesiapan perusahaan dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi, aman, dan mudah dikelola.

>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Penerima PKH dan BPNT

Tanpa fondasi tersebut, investasi AI berisiko berhenti sebatas proyek percobaan tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis.