Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat lima kecamatan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau ekstrem 2026.

Kelima kecamatan tersebut adalah Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Namun, tidak seluruh desa dan kelurahan di wilayah itu terdampak.

>>> Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, kelima kecamatan itu sebelumnya sudah masuk zona rawan kekeringan.

Berdasarkan kajian, sekitar 20 kecamatan di kabupaten ini berpotensi terdampak kekeringan selama puncak musim kemarau.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa atau kelurahan agar tepat sasaran.

>>> Cuti PNS Kementerian PU Kini Satu Pintu Lewat Menteri Dody

Taufik menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (TKR).

Hal ini untuk memastikan ketersediaan pasokan air bersih jika dampak kekeringan semakin meluas.

BPBD juga menyiagakan personel dan armada di 14 pos pemadam kebakaran yang beroperasi secara bergiliran selama 24 jam.

>>> TP Posyandu Pusat Dorong Penguatan Implementasi 6 SPM di Kepulauan Riau

Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat kapan saja.