Kala itu, FSG memperoleh dana sekitar £164 juta yang digunakan untuk memperbaiki struktur utang dan membiayai belanja modal, bukan untuk mendanai transfer pemain.

>>> Ketidakpastian Global Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2026 Diproyeksi 3 Persen

Namun, nilai investasi yang sedang dinegosiasikan kali ini diperkirakan jauh lebih besar. Analis Sky News, Mark Kleinman, menyebut porsi saham yang dilepas berpotensi mencapai sekitar 30%.

Meski demikian, ia menegaskan pembicaraan masih berada pada tahap awal.

"Saya akan terkejut jika Jeff Bezos pada akhirnya tidak menjadi bagian dari transaksi ini ketika kesepakatan selesai dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya.

Menurut Kleinman, transaksi tersebut juga berpotensi memunculkan spekulasi bahwa FSG pada akhirnya akan melepas kepemilikan Liverpool dalam beberapa tahun ke depan, meskipun saat ini perusahaan masih menegaskan hanya menawarkan saham minoritas.

Bezos dan Tren Investasi AS di Klub Sepak Bola

Apabila memutuskan bergabung, investasi di Liverpool akan menjadi langkah besar Bezos di industri olahraga global.

Pendiri Amazon yang juga memiliki perusahaan antariksa Blue Origin dan surat kabar The Washington Post itu diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$257 miliar, menjadikannya orang terkaya keempat di dunia versi Forbes.

Sebelumnya, Bezos sempat dikabarkan menjajaki akuisisi klub NFL Seattle Seahawks dan Washington Commanders, namun kedua rencana tersebut tidak berlanjut.

Masuknya Bezos juga akan memperkuat dominasi investor Amerika Serikat di Liga Inggris.

Saat ini sekitar separuh dari 20 klub Premier League telah dimiliki investor yang berbasis di AS, termasuk Arsenal dan Manchester United.

Analis keuangan Amber Pinto menilai investasi strategis semacam ini tidak semata-mata bertujuan menambah modal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis dan operasional.

Menurutnya, kepemilikan saham minoritas memberi investor kesempatan berkontribusi terhadap pengembangan komersial klub tanpa mengambil alih kendali mayoritas.

>>> Anggaran Perang AS Melawan Iran Membengkak Jadi Rp671,5 Triliun

Dampaknya terhadap belanja pemain juga belum tentu bersifat langsung karena proses transaksi diperkirakan masih membutuhkan waktu yang panjang.