Christopher Nolan menegaskan perdebatan sebelum penonton menyaksikan film secara utuh adalah hal yang tidak relevan.

Nolan ingin membuat kisah dunia kuno ini dapat diakses dan terasa dekat dengan audiens modern, tanpa mengekor gaya film kolosal Hollywood masa lalu.

Isu sentimen rasial tidak mendapat cengkeraman kuat di Yunani, di mana publik sudah terbiasa melihat aktor asing memerankan tokoh sejarah mereka.

Sejarah mencatat aktor Skotlandia Gerard Butler pernah memerankan Raja Leonidas, Brad Pitt sebagai Achilles, dan Colin Farrell sebagai Alexander the Great.

Versi Nolan melibatkan Matt Damon sebagai Odysseus, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Zendaya, Charlize Theron, serta Travis Scott sebagai pengisi suara narasi.

Riak politik kecil muncul dari partai nasionalis lokal Niki yang menolak subsidi produksi 6 juta euro, menuduh dana pajak digunakan untuk mendanai "ideologi woke".

Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni menegaskan bukan peran negara untuk mendikte kreator bagaimana menafsirkan sebuah karya secara artistik.

Profesor Christos Tsagalis dari Universitas Aristotle Thessaloniki menilai penilaian akhir ada di tangan penonton bioskop.

Baginya, hal terpenting adalah apakah film mampu menangkap esensi mendasar dari salah satu kisah terbesar dalam sejarah manusia.

Mahakarya Homer disebut bertahan karena kemampuannya bertransformasi menjadi warisan budaya universal.

"Sungguh luar biasa bahwa sesuatu yang diciptakan pada titik waktu tertentu oleh suatu kelompok masyarakat dapat dinikmati begitu banyak orang di seluruh dunia.

>>> Sinopsis No Time to Die, Film Terakhir Daniel Craig sebagai James Bond

Ini adalah budaya bersama," kata Tsagalis.