Sejak awal tahun, Samsung telah menaikkan harga beberapa ponselnya, bahkan beberapa model mengalami kenaikan berkali-kali. Langkah ini diduga akibat naiknya biaya chip memori.

Keputusan tersebut biasanya akan berdampak negatif pada penjualan. Namun, Samsung justru menjadi satu-satunya merek ponsel di India yang mencatat pertumbuhan.

>>> Prabowo: Asing Dukung Pembentukan DSI, S&P Nilai Langkah Tepat

Counterpoint Research merilis analisis pasar ponsel India untuk Q2 2026. Samsung menguasai 17,6% pangsa pasar, menempati posisi kedua tertinggi di negara itu.

Yang menarik, Samsung adalah satu-satunya merek yang tumbuh baik secara tahunan (year-over-year) maupun dibandingkan kuartal sebelumnya (Q1 2026).

Pendorong Pertumbuhan Samsung

Menurut laporan Counterpoint, pertumbuhan Samsung didorong oleh permintaan yang sehat terhadap seri Galaxy A dan seri flagship S.

>>> Prabowo: Asing Dukung Pembentukan DSI, S&P Nilai Langkah Tepat

Penawaran agresif pada Galaxy A07, A17, A37, A57, S25, dan S26 juga berkontribusi.

Samsung mencatat penjualan tertinggi di segmen harga INR 15.000 hingga INR 20.000. Perusahaan juga memperkuat posisinya di segmen di bawah INR 20.000.

Di posisi pertama, Vivo (termasuk iQOO) menguasai 19,5% pangsa pasar. Di bawah Samsung, Oppo (termasuk OnePlus) memiliki 16,1%, disusul Xiaomi 13,4%, dan Realme 10%.

>>> Samsung Yakin Galaxy Z Fold 8 Akan Laris Manis, Ungguli Fold 8 Ultra dan Flip 8

Samsung diperkirakan akan meluncurkan lini ponsel lipat flagship terbarunya besok. Model-model ini diharapkan membantu perusahaan meraih pencapaian lebih tinggi pada Q3 2026.