Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mendapat dukungan dari pihak asing.

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) Global Ratings disebut memberikan respons positif.

>>> Samsung Satu-satunya Merek Ponsel yang Tumbuh di India Meski Naikkan Harga

Menurut Prabowo, penilaian S&P membuktikan bahwa kebijakan pemerintah membentuk badan usaha milik negara di sektor ekspor merupakan langkah tepat.

Hal ini dinilai dapat memperkuat ekonomi nasional.

Sebelumnya, muncul kekhawatiran bahwa pembentukan DSI akan memengaruhi penilaian lembaga internasional terhadap Indonesia. Namun, hasil evaluasi justru menunjukkan hal sebaliknya.

"Standard & Poor's (S&P), mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai pembentukan lembaga ini adalah tepat," kata Prabowo, dikutip Selasa (21/7/2026).

Prabowo menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat merespons positif pembentukan DSI. Mereka menilai keberadaan lembaga itu dapat membantu meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

>>> Samsung Yakin Galaxy Z Fold 8 Akan Laris Manis, Ungguli Fold 8 Ultra dan Flip 8

"Mereka mengatakan bahwa itu langkah tepat bagi bangsa Indonesia. Hal itu juga bisa meningkatkan penghasilan kita, revenue kita," ujarnya.

Prabowo juga menyebut bahwa S&P tetap mempertahankan prospek ekonomi Indonesia pada level stable. Indonesia masih mempertahankan status investment grade, yang menjadi indikator penting bagi investor global.

"Mereka tetap tidak menurunkan outlook. Kita tetap outlook stable, kita tetap punya rating investment grade," jelas Prabowo.

Meski menyambut baik penilaian tersebut, presiden meminta seluruh jajaran pemerintah tidak cepat puas. Ia menegaskan bahwa kepercayaan investor harus dijaga melalui kinerja nyata dan penguatan fundamental ekonomi.

>>> Samsung Targetkan Galaxy Z Fold 8 Laris Manis, Ungguli Fold 8 Ultra dan Flip 8

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan ekonominya sendiri. Pengakuan dari lembaga internasional memang penting, tetapi pembangunan ekonomi tetap harus bertumpu pada kemampuan dan potensi bangsa.