Dari anggaran yang dapat digunakan tersebut, realisasinya mencapai Rp8,51 triliun atau 94,13 persen.

Sebagian besar dana dialokasikan untuk belanja modal senilai Rp7,66 triliun guna menyelesaikan proyek Batch 1 yang telah rampung sepenuhnya serta melanjutkan pembangunan Batch 2 dengan skema multiyears 2025-2027.

Otorita IKN juga mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp110,68 miliar sepanjang 2025.

Sebanyak Rp107,33 miliar berasal dari kontribusi pengalokasian lahan yang berada dalam penguasaan Otorita IKN.

Di sisi aset, nilai kekayaan Otorita IKN per 31 Desember 2025 meningkat menjadi Rp71,96 triliun dari sebelumnya Rp58,37 triliun pada akhir 2024.

Basuki menyebut kenaikan Rp13,59 triliun tersebut mencerminkan percepatan pembangunan fisik di kawasan IKN.

Sementara itu, total kewajiban Otorita IKN tercatat Rp552,24 miliar yang terdiri atas utang kepada pihak ketiga sebesar Rp533 miliar dan pendapatan diterima di muka senilai Rp19,11 miliar.

>>> Pemerintah Siapkan National AI Roadmap, Airlangga Targetkan Indonesia Jadi Pusat AI Dunia

Adapun kekayaan bersih Otorita IKN mencapai Rp71,41 triliun atau naik Rp12,74 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.