Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 berakhir dengan catatan pahit sekaligus penuh emosi bagi Timnas Prancis. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) pagi WIB, Les Bleus harus mengakui keunggulan Timnas Inggris dengan skor telak 4-6.
 
Lebih dari sekadar hasil di papan skor, laga ini menjadi kado perpisahan yang tak terduga bagi Didier Deschamps. Pelatih legendaris tersebut secara resmi mengakhiri era kepelatihannya yang gemilang bersama Timnas Prancis, sebuah perjalanan yang telah ia jalani sejak musim panas 2012 silam.
 
Babak Pertama yang Mencekam: Prancis Ambruk di Awal Laga
 
Pertandingan dimulai dengan skenario terburuk yang bisa dibayangkan oleh para pendukung Prancis. Inggris tampil sangat agresif dan menghukum setiap kesalahan pertahanan Les Bleus dengan efisiensi yang menakutkan.
 
Hanya dalam waktu 45 menit, Prancis telah tertinggal 0-4. Gol-gol awal dicetak oleh Declan Rice dan Ezri Konsa yang memanfaatkan celah di lini tengah Prancis. Tak berhenti di situ, bintang muda Inggris, Bukayo Saka, menampilkan kelasnya dengan mencetak brace (dua gol) yang membuat gawang Prancis tak berdaya dan penonton di Stadion Miami terpana.
 
Kekalahan telak di babak pertama ini sempat memunculkan kritik keras dari berbagai kalangan, yang menilai performa anak asuh Deschamps jauh dari ekspektasi standar juara dunia.
 
Upaya Remontada yang Kandas di Babak Kedua
 
Memasuki babak kedua, Prancis menunjukkan respon mental yang luar biasa. Didorong oleh sang kapten, Kylian Mbappe, Les Bleus mencoba bangkit dengan cepat untuk membalikkan keadaan.
 
Dalam rentang 20 menit awal babak kedua, Mbappe sukses mencetak dua gol (brace) yang menyuntikkan adrenalin dan harapan baru bagi timnya. Gol indah dari Bradley Barcola yang menyusul tak lama kemudian semakin menumbuhkan asa terjadinya remontada atau comeback spektakuler yang kerap dikaitkan dengan DNA sepak bola Prancis.