Mbappe menambahkan, tekanan dan kejutan taktis dari Inggris di awal laga memberikan dampak psikologis yang berat bagi skuadnya. "Saya akan mengatakan sebaliknya bahwa kami adalah manusia dan kami tidak mampu menjadi seperti itu (sempurna) setiap saat. Kami benar-benar terpana, dan mereka (Inggris) benar-benyar menyadarkan kami," jelasnya dengan nada penuh introspeksi.
 
Meski mengakui rasa malu akibat hasil babak pertama, Mbappe menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh mengaburkan pencapaian besar yang telah dibangun Deschamps. "Pada akhirnya, kami tidak menang, dan itu memalukan bagi pelatih. Babak pertama memberi kesan bahwa kami mengecewakannya, kami sama sekali tak ingin demikian. Namun, pertandingan ini tidak akan menodai warisan Didier Deschamps," tandas Mbappe.
 
Masa Depan Prancis dan Rekor Pribadi Mbappe
 
Di tengah kekecewaan tim, ada catatan pribadi yang tetap manis bagi Kylian Mbappe. Hingga berita ini diturunkan, statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia tetap kokoh, menambah lapisan pencapaian individu yang luar biasa di tengah transisi tim yang sedang berlangsung.
 
Kekalahan dari Inggris di Miami mungkin menjadi akhir yang pahit, namun fondasi yang diletakkan oleh Didier Deschamps selama 14 tahun terakhir akan terus menjadi pijakan bagi generasi emas Prancis berikutnya. Era baru akan segera dimulai, namun warisan Le Boss, begitu Deschamps akrab disapa, akan selamanya terukir dalam sejarah sepak bola Les Bleus.