"Bagi saya, tim nasional sudah selesai. Saya sudah melakukan semua yang saya bisa.

Sakit rasanya tidak bisa menjadi juara. Ini sudah empat final, saya sudah mencoba.

Ini adalah hal yang paling saya inginkan, tetapi saya tidak bisa meraihnya, jadi saya pikir ini sudah berakhir," ujar Messi pilu 10 tahun lalu.

"Ada banyak orang yang menginginkan ini, yang jelas tidak puas, sama seperti kami yang tidak puas hanya mencapai final tanpa memenanginya.

Ini sangat sulit, tetapi keputusan telah diambil. Sekarang saya tidak akan mencoba lagi, dan tidak akan ada jalan kembali," tuturnya lagi.

Namun pada hari Minggu (19/7) malam waktu setempat atau Senin (20/7) dini hari WIB, memori kelam dan air mata sepuluh tahun lalu berganti motivasi tinggi Messi di usia 39 tahun, dengan atmosfer puncak.

Lionel Messi akan memimpin para pemain Argentina sebagai juara bertahan untuk menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium.

>>> 3 Motor Listrik VinFast Mulai Unjuk Gigi di RI, Dirakit di Subang 2027

Mampukah Messi mematahkan mitos kutukan stadion yang membuatnya sempat pensiun 10 tahun lalu?