Ujian Mental dan Sentuhan Klasik Bellingham

Menyadari situasi yang kian genting, pelatih Inggris merespons dengan memasukkan Jude Bellingham dan Elliot Anderson di menit ke-79. Kehadiran Bellingham, yang terkenal dengan mentalitas "big game player"-nya, suntikan energi yang sangat dibutuhkan untuk menenangkan lini tengah dan mengubah alur pertandingan yang sempat kacau.
 
Tekanan Prancis terus berlangsung hingga laga memasuki 10 menit akhir. Di menit ke-81, rangkaian umpan-umpan pendek ala tiki-taka Prancis menghadirkan bahaya nyata. Sayangnya, tembakan Michael Olise di muka gawang masih meleset tipis, sebuah kesempatan emas yang terbuang.
 
Momen penentu pertandingan terjadi di menit ke-84. Djed Spence, yang bermain gigih di sisi pertahanan, dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Penalti untuk Inggris.
 
Bukayo Saka maju sebagai eksekutor. Ini adalah ujian mental yang luar biasa bagi sang winger muda. Dengan beban negara di pundaknya dan kesempatan untuk merekamkan hattrick, Saka melangkah tenang. Ia berhasil mengecoh Maignan dengan tendangan yang terarah, memastikan bola bersarang di jala. Skor 5-3. Hattrick resmi menjadi miliknya, dan Inggris kembali membangun tembok pertahanan psikologis yang nyaris mustahil ditembus.
 

Drama Injury Time: Harapan Semu dan Pukulan Mematikan

Di masa injury time, situasi kembali menegangkan. Prancis yang tak kenal menyerah berhasil mencetak gol melalui Ousmane Dembele. Menerima umpan dari Upamecano, Dembele melakukan penetrasi berani di sisi kiri pertahanan Inggris yang diakhiri dengan tembakan terarah ke tiang jauh. Skor 5-4. Pertandingan kembali terbuka, dan Prancis mendorong semua pemainnya, termasuk kiper, untuk mencari gol penyama kedudukan.
 
Namun, sepak bola adalah tentang ruang dan waktu. Dalam skema serangan balik yang disusun dengan sempurna, Jude Bellingham mengambil alih panggung. Menerima bola di area sendiri, Bellingham mengobrak-abrik sisa-sisa pertahanan Prancis yang sudah kelelahan. Dengan kelincahan luar biasa, ia membawa bola hingga ke dekat gawang dan melepaskan tembakan jarak dekat yang mematikan.
 
Gol itu bukan sekadar angka; itu adalah pukulan telak yang meruntuhkan seluruh asa Prancis. Skor 6-4 untuk Inggris bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.