Reaksi Keras Didier Deschamps: Empat Perubahan di Istirahat

Tertinggal 0-4 di babak pertama adalah pukulan telak bagi martabat juara dunia dua periode tersebut. Pelatih Didier Deschamps dikenal sebagai sosok yang pragmatis, namun di Miami, ia memilih untuk membuang semua kalkulasi defensif. Ia melakukan empat pergantian pemain secara sekaligus saat babak kedua dimulai.
 
Dayot Upamecano, Lucas Digne, Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele dimasukkan ke lapangan. Ini adalah pernyataan sikap yang jelas: Prancis akan menyerang habis-habisan, entah itu berujung pada kebanggaan atau kehancuran yang lebih besar.
 

Babak Kedua: Kebangkitan Singkat dan Drama Penalti

Strategi agresif Deschamps langsung membuahkan hasil. Belum genap tiga menit babak kedua bergulir (menit ke-48), Kylian Mbappe memberikan tanda bahaya. Menerima umpan terukur dari Michael Olise, Mbappe menaklukkan Dean Henderson dengan tembakan kaki kiri yang khas, cepat, dan akurat. Skor menjadi 1-4, dan harapan Prancis mulai menyala.
 
Enam menit berselang, giliran Bradley Barcola yang unjuk gigi. Menerima umpan terobosan jenius dari Mbappe, Barcola melepaskan tembakan ke tiang dekat yang tak bisa dihalau oleh Henderson. Skor 2-4. Tiba-tiba, pertandingan yang tadinya terasa seperti latihan bagi Inggris, berubah menjadi medan perang yang mencekam.
 
Situasi semakin memanas di menit ke-66. Mbappe, yang bermain dengan determinasi tinggi, berhasil mencetak gol keduanya. Ousmane Dembele mengirim umpan ke area depan kotak penalti, dan Mbappe dengan cerdik melakukan operan 1-2 dengan Michael Olise untuk mengacaukan marking pertahanan Inggris. Berdiri bebas di muka gawang, Mbappe tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Skor 3-4. Miami Stadium bergemuruh. Prancis hanya tertinggal satu gol, dan momentum sepenuhnya berpihak pada Les Bleus.