Netanyahu Disoraki dan Diusir dari Parlemen Israel: Memalukan, Pergi!
Kebijakan tersebut memicu kritik karena militer Israel mengaku masih kekurangan sedikitnya 12.000 personel di tengah konflik yang masih berlangsung.
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengeluarkan peringatan terbuka yang menyebut legislasi tersebut "tidak masuk akal" dan tidak sesuai dengan kebutuhan militer.
Ia juga memperingatkan bahwa kebijakan itu berpotensi mengikis kepercayaan prajurit yang menjalankan wajib militer.
>>> Dua Pegawai Forest Service AS Disandera Bersenjata Selama 15 Jam
Pernyataan Zamir memicu reaksi keras dari sekutu Netanyahu. Sejumlah anggota Partai Likud menyerukan pemecatannya, sementara Ketua Partai Shas Aryeh Deri menuduh Zamir telah "bermain politik."
Meski tetap disahkan, UU tersebut langsung menghadapi tantangan hukum.
Beberapa jam setelah pemungutan suara, partai-partai oposisi mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung Israel, yang kemudian mengeluarkan perintah sementara untuk menangguhkan pemberlakuan aturan tersebut.
Legislasi Kontroversial Lainnya
Undang-Undang terkait wajib militer hanyalah satu bagian dari kompromi politik dalam koalisi. Pekan ini, parlemen juga mengesahkan rancangan undang-undang yang mengubah regulasi penyiaran.
Para pengkritik menilai aturan itu memperluas pengaruh pemerintah terhadap media dan mengancam kebebasan pers.
Selain itu, parlemen menyetujui perluasan program pendidikan tinggi yang memisahkan mahasiswa berdasarkan gender.
Kebijakan itu menuai kritik keras dari kalangan universitas dan kelompok perempuan karena dinilai mendiskriminasi perempuan, melemahkan prinsip kesetaraan, serta mengancam standar akademik.
Mitra koalisi lainnya juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong agenda masing-masing.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengumumkan paket pendanaan permukiman Yahudi di Tepi Barat senilai sekitar 2,4 miliar shekel atau sekitar US$790 juta.
Dana itu akan digunakan untuk membangun lingkungan permukiman baru dan akses jalan, sekaligus mengungkap keputusan sebelumnya yang melegalkan 34 pos permukiman baru.
Update Terbaru
Kaiju Girl Caramelise: Romcom Monster yang Menyentuh Hati
Minggu / 19-07-2026, 00:36 WIB
Peringkat Game Jepang 6-12 Juli: Rhythm Heaven Groove Kokoh di Puncak
Minggu / 19-07-2026, 00:36 WIB
Kanada Hentikan Sementara Penerimaan Baru Program Imigrasi Orang Tua dan Kakek Nenek
Minggu / 19-07-2026, 00:36 WIB
Borussia Dortmund Hadapi Rot-Weiss Oberhausen, Klub Regional Umumkan Mitra Baru
Minggu / 19-07-2026, 00:35 WIB
Caitlin Clark Cetak Rekor 45 Poin, Indiana Fever Kalahkan Seattle Storm
Minggu / 19-07-2026, 00:35 WIB
Filantropis T. Denny Sanford Meninggal di Usia 90 Tahun
Minggu / 19-07-2026, 00:35 WIB
Peringkat TV Anime Jepang 6-12 Juli: Sazae-san Puncaki Rating
Minggu / 19-07-2026, 00:34 WIB
Turnamen Bola Basket 2026 Dimulai dengan Rivalitas The Ville vs La Familia
Minggu / 19-07-2026, 00:34 WIB
Tim Alumni Kentucky dan Louisville Buka Seri TBT di Lexington
Minggu / 19-07-2026, 00:34 WIB
Pelatih Toronto Tempo Minta Maaf ke Angel Reese Usai Komentar Kontroversial
Minggu / 19-07-2026, 00:29 WIB
Deportivo Alaves Hadapi Eibar di Piala Villa de Laguardia
Minggu / 19-07-2026, 00:29 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Pertahankan Sertifikasi ISO 22301:2019 untuk Ketahanan Bisnis
Minggu / 19-07-2026, 00:28 WIB
Update Harga HP Samsung Baru dan Bekas Juli 2026, Termurah Rp1,8 Juta
Minggu / 19-07-2026, 00:28 WIB
Top Konsol Terbaik PlayStation: Mana Pilihanmu?
Minggu / 19-07-2026, 00:28 WIB







