Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Unesa, 26 Mahasiswa dan Dosen Jadi Korban
Kasus dugaan pelecehan seksual melalui grup chat kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini menimpa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur.
Sebanyak 26 orang dilaporkan menjadi korban, terdiri dari 22 mahasiswa dan empat dosen. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan.
>>> Mantan Menlu Hongaria Peter Szijjarto Mundur, Kini Jabat Eksekutif BYD
Laporan awal diterima DPM pada 1 Juli 2026 dari salah satu staf. Sebelumnya, kasus ini sudah dilaporkan ke Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) yang berupaya menyelesaikan secara internal.
DPM kemudian berkoordinasi dengan HMP dan sepakat mengawal serta mendampingi proses tersebut.
Kronologi Terungkapnya Kasus
Kasus ini terungkap saat seorang korban diminta meminjamkan ponsel oleh terduga pelaku. Tanpa sengaja, korban melihat notifikasi pesan dari grup chat berisi kalimat tidak etis.
Korban kemudian membuka grup tersebut dan menemukan sejumlah pesan bermuatan pelecehan. Bukti itu diam-diam difoto oleh korban.
Awalnya korban masih mempertimbangkan untuk melapor. Namun sehari setelah memperoleh bukti pada 29 Juni 2026, korban melapor ke bidang Advokasi HMP.
Grup chat tersebut diketahui berisi enam orang mahasiswa berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO.
Grup itu awalnya dibuat untuk membahas lomba, namun kemudian digunakan untuk percakapan tak etis.
Dua anggota grup, JO dan DO, akhirnya buka suara ke DPM pada 1 Juli 2026. Mereka mengaku tidak tahan dengan perilaku rekan-rekannya.
>>> Hasil Japan Open: Fajar/Fikri ke Final usai Menang Duel Menegangkan
Bentuk Pelecehan dan Perkembangan Kasus
Bentuk pelecehan yang terjadi meliputi pelecehan verbal, objektifikasi fantasi, hingga pembuatan konten tidak etis menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Update Terbaru
Ahli Sarankan Magnesium Glisinat untuk Dikonsumsi Sebelum Tidur
Sabtu / 18-07-2026, 22:20 WIB
Miyamoto Ungkap Super Mario World dan Super Mario 64 sebagai Game Favoritnya
Sabtu / 18-07-2026, 22:20 WIB
20 Anime Underdog yang Diam-diam Mengalahkan Hits Terbesar Industri
Sabtu / 18-07-2026, 22:20 WIB
Harga Sayur Melonjak Akibat Kekeringan, Pramono Anung Pastikan Pemprov DKI Segera Turun Tangan
Sabtu / 18-07-2026, 22:20 WIB
Wamen UMKM Dorong Optimalisasi PLUT Kulon Progo untuk Perkuat Pendampingan
Sabtu / 18-07-2026, 22:20 WIB
Yen Melemah, Apple Naikkan Harga iPhone di Jepang Hingga 11%
Sabtu / 18-07-2026, 22:19 WIB
Xiaomi Luncurkan Kamera Keamanan Tenaga Surya dengan Kamera Ganda 3K dan 4G
Sabtu / 18-07-2026, 22:19 WIB
C-17 Globemaster Mendarat di Landasan Pendek Berkat Sistem yang Tak Dimiliki Pesawat Angkut Lain
Sabtu / 18-07-2026, 22:19 WIB
Ahmad Luthfi Raih Impactful Regional Leadership di SBBI Award 2026
Sabtu / 18-07-2026, 22:15 WIB
Argentina Dihantui 'Kutukan' Wasit Slovenia di Final Piala Dunia 2026
Sabtu / 18-07-2026, 22:15 WIB
Asap Kebakaran Hutan Kanada Bayangi Final Piala Dunia 2026
Sabtu / 18-07-2026, 22:15 WIB
BTS Hancurkan Rekor Spotify dengan Video Musik 'NORMAL'
Sabtu / 18-07-2026, 22:15 WIB
Mantan Karyawan Nintendo: Bocorkan Rahasia Perusahaan, Karier Terancam
Sabtu / 18-07-2026, 22:14 WIB
Bocoran Pokemon Winds and Waves: Salandit Dapat Evolusi Poison/Dragon di Gen 10
Sabtu / 18-07-2026, 22:14 WIB







