Pelanggan dapat menjadwalkan pertemuan dengan ahli penilai di rumah, kantor, coffee shop, atau lokasi lain yang disepakati bersama.

Skema ini menjadi solusi bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, ingin menjaga keamanan aset, atau sekadar menghindari kemacetan.

Product Specialist ALLU, Taku Matsumoto, mengatakan layanan tersebut merupakan respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan kecepatan dalam bertransaksi.

Menurutnya, konsumen saat ini membutuhkan ekosistem transaksi yang aman sekaligus mampu menghadirkan pencairan dana secara cepat.

"Masyarakat semakin menyadari bahwa barang mewah yang mereka miliki juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan.

Melalui layanan tatap muka di lokasi pilihan pelanggan, kami menghadirkan proses transaksi yang lebih privat.

Layanan ini menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan likuiditas cepat tanpa harus mengorbankan waktu produktif mereka di jalan," ujar Matsumoto.

Pada akhirnya, pergeseran menuju model transaksi yang lebih fleksibel ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular.

>>> Sensasi Nyetir All New Kia Seltos: Beralih dari DCT ke CVT Tanpa Turbo

Likuidasi aset tidak hanya membantu menjaga kesehatan finansial individu di tengah dinamika ekonomi, tetapi juga mendukung prinsip sustainable fashion, yakni memperpanjang siklus penggunaan produk melalui perpindahan kepemilikan secara berkelanjutan.