Indonesia belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia, namun jejaknya pernah hadir di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pada final Piala Dunia 1974, wasit asal Inggris, Jack Taylor, menggunakan koin rupiah buatan Bank Indonesia untuk memulai pertandingan.

>>> Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Momen itu terjadi pada 7 Juli 1974 di Olympiastadion, Munich, saat Jerman Barat menghadapi Belanda.

Koin pecahan Rp2.000 itu dipakai sebagai alat coin toss untuk menentukan tim yang berhak melakukan operan pertama.

Taylor memilih koin tersebut karena desainnya yang menarik di kedua sisi dan bobotnya yang pas untuk diundi.

Koin seberat 25,31 gram itu menampilkan gambar Macan Jawa pada satu sisi dan lambang Garuda dengan tulisan "Bank Indonesia" di sisi lainnya.

Koin Langka untuk Konservasi

Menurut Museum Bank Indonesia, koin Rp2.000 emisi 1974 itu sangat istimewa karena hanya tiga keping yang diterbitkan.

Dana hasil penjualannya digunakan untuk mendukung upaya penyelamatan satwa langka di Indonesia.

>>> Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura, Sudah Kantongi Hak Cipta

Penerbitannya merupakan bagian dari Conservation Coin Collection WWF, hasil kerja sama Bank Indonesia dengan IUCN dan WWF.

Dalam pembuatannya, Bank Indonesia menggandeng Royal Mint, perusahaan percetakan koin milik Kerajaan Inggris.

Koin itu dicetak dengan diameter 38,61 milimeter, berat 25,31 gram, dan mengandung 50% perak.

Keunikan koin itu juga menarik perhatian kapten Jerman Barat, Franz Beckenbauer.

Seusai babak pertama, Beckenbauer menghampiri Taylor untuk menanyakan asal-usul koin tersebut, namun sang wasit hanya tersenyum.

>>> Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Bagi Taylor, koin itu memiliki nilai sentimental. Setelah pensiun, ia tetap menyimpannya bersama peluit emas dari final Piala Dunia 1974.