Program tersebut mendorong pemanfaatan sepak bola sebagai instrumen membangun kepemimpinan, memperkuat kesehatan mental, menciptakan lingkungan inklusif, serta mempererat hubungan antar pemuda dari berbagai latar belakang.

Elang merupakan kapten tim STKIP Pasundan di Liga Universitas Coca-Cola 2026. Ia telah menekuni sepak bola kompetitif selama lebih dari 13 tahun.

Pengalaman memimpin di dalam dan luar lapangan, konsistensi dalam pengembangan olahraga, serta kepedulian terhadap pemberdayaan pemuda menjadi alasan ia dipercaya menjadi delegasi.

Sementara itu, Elyas merupakan Presiden PS ITB. Ia memimpin organisasi sepak bola mahasiswa dengan lebih dari 150 anggota.

Pengalamannya dalam membangun komunitas olahraga di kampus, menginisiasi program pengembangan mahasiswa, serta membangun kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam perannya sebagai delegasi.

Keberangkatan dua mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola antarmahasiswa dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda.

Pengalaman di lapangan dapat berkembang menjadi kesempatan terlibat dalam isu-isu global, termasuk kesehatan mental, kepemudaan, pendidikan, dan perdamaian.

>>> Detik-detik Kecelakaan Maut di Sibolangit Sumut, Diduga Rem Blong

Direktur Garuda Gemah Nusantara, Rizky Aidi, mengatakan keberangkatan delegasi ini merupakan momentum penting yang menunjukkan bahwa sepak bola mampu melahirkan pemimpin muda Indonesia yang siap berkontribusi di tingkat internasional.