>>> NBA Tunda Rilis Jadwal Musim 2026-27, Tunggu Keputusan LeBron James

Motor ini dibekali mesin konfigurasi V3 asimetris, sebuah desain yang membangkitkan memori pada kejayaan mesin V5 milik motor balap MotoGP, Honda RC211V.

Lebih istimewa lagi, mesin ini menjadi pionir dalam penerapan teknologi E-Compressor garapan Honda.

Electric supercharger tersebut diletakkan tepat di atas bank silinder depan guna menyuplai induksi udara paksa secara instan, sehingga meminimalisir gejala lag.

Kehadiran teknologi inilah yang memberikan impresi visual bodi kanan Honda V3R tampak lebih padat dan berisi dibandingkan sisi kirinya.

Tonjolan di bagian kanan merupakan rumah bagi sistem air intake serta airbox, sementara lubang udara di bagian kiri yang berukuran lebih kecil berfungsi mendinginkan komponen elektronik serta ECU.

Cara kerja mesin ini mengandalkan sistem katup solenoid. Dalam kondisi berkendara santai atau normal, mesin akan beroperasi sebagaimana mesin naturally aspirated.

Namun saat pengendara memacu performa maksimal, aliran udara akan dialihkan menuju electric supercharger yang ditenagai oleh motor listrik brushless serta dukungan baterai litium-ion yang terisi daya secara otomatis saat tidak akselerasi penuh.

Melalui sokongan supercharger elektrik ini, Honda mengklaim kapasitas efektif silinder meningkat hingga sepertiga lebih padat.

Hasilnya, tenaga dan torsi dari mesin V3 ini digadang-gadang setara dengan performa motor berkapasitas 1.200 cc.

Bagi Anda pemuja sensasi berkendara murni, Honda sepertinya belum akan menyematkan fitur transmisi otomatis E-Clutch pada gelombang pertama V3R ini agar rider dapat merasakan sensasi autentik tanpa terlalu banyak otomatisasi.

>>> IHSG Menguat ke Level 6.141 pada Perdagangan Sesi I

Menilik bagian kokpit, motor ini dibekali panel instrumen TFT dan sistem keyless modern, karena tidak terlihat adanya lubang kunci kontak mekanis di area setang.