Nike Pegasus series masih jadi favorit daily trainer, sementara Alphafly dan Vaporfly untuk race day.

Adidas Adizero series dikenal cepat dan ringan. Asics Novablast dan Gel-Kayano untuk yang butuh stabilitas dan cushion maksimal.

Hoka, Puma, dan New Balance juga semakin banyak peminatnya.

Di toko offline seperti JD Sports atau official store di mal besar, merek-merek ini masih mendominasi display karena branding kuat dan inovasi teknologi.

Faktor yang Mempengaruhi Popularitas

Harga dan aksesibilitas menjadi faktor utama. Mayoritas masyarakat memilih sepatu yang value for money.

Komunitas dan media sosial juga berpengaruh besar melalui review di TikTok, Instagram, dan forum lari.

Kebutuhan lokal seperti sepatu yang breathable, tahan air hujan ringan, dan cocok untuk cuaca panas lebih diminati. Tren kesehatan pasca-pandemi juga mendorong lebih banyak orang mulai lari.

Tips Memilih Sepatu Lari

Pemula disarankan memilih daily trainer dengan cushion tebal seperti Ortuseight Hyperblast atau Nike Pegasus. Pelari intermediate bisa memilih hybrid shoes yang serbaguna.

Pelari advanced atau racer sebaiknya memilih carbon plate shoes sesuai pronation kaki. Lakukan gait analysis jika memungkinkan, ukur kaki sore hari, dan ganti sepatu setiap 500-800 km.

>>> Uber Akuisisi Delivery Hero dalam Kesepakatan Rp 240 Triliun

Kesimpulannya, Ortuseight saat ini adalah merek sepatu lari paling populer di Indonesia. Namun, pilihan terbaik tetap tergantung kebutuhan pribadi, baik lokal maupun global.