Xavi merinci integrasi Yamal ke sesi latihan tim utama di usia yang sangat muda. Staf teknis mengamati bahwa pemain itu jarang melakukan kesalahan dalam latihan taktis yang kompleks.

"Anak ini datang berlatih di usia 15 tahun, dan Anda sudah bisa melihat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang istimewa.

Dia menggiring bola dengan sangat baik. Dia membuat keputusan yang sangat baik, jarang membuat kesalahan," ujar Xavi.

Pelatih itu juga terkesan dengan ketenangan Yamal saat bersiap masuk lapangan, berbeda dengan pemain lain yang merasakan tekanan fisik.

Messi sendiri telah mengakui bakat Yamal dalam wawancara publik.

Sementara itu, karier internasional Messi bersama Argentina berlanjut, di mana ia baru saja gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan Piala Dunia melawan Mesir sebelum memastikan kemenangan comeback.

"Saya menangis karena merasa mengecewakan rekan setim karena penalti yang saya gagalkan... dan cara saya mengambilnya.

Tapi syukurlah, Tuhan punya rencana khusus untuk saya pada akhirnya. Saya sangat bahagia," kata Messi.

Sementara Messi mengukuhkan statusnya dengan memenangkan Piala Dunia 2022, kampanye Piala Dunia terakhir Cristiano Ronaldo bersama Portugal berakhir di babak 16 besar.

Ronaldo berbicara tentang warisannya setelah timnya tersingkir.

"Saya memberikan segalanya dan tidak menyesal," ujar Ronaldo.

Ronaldo memainkan pertandingan terakhirnya di usia 41 tahun, mengakhiri perburuan gelar Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa warisannya tetap utuh terlepas dari hasil turnamen.

>>> Kode Redeem Fish It Roblox Juli 2026: Hadiah Gratis Terbaru dan Menarik

"Memenangkan Piala Dunia tidak akan membuat saya lebih Cristiano atau kurang Cristiano," pungkas Ronaldo.