Dukungan Pelatih dan Legenda

Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, meminta kesabaran dalam perkembangan Yamal yang mencetak gol indah melawan Prancis di Euro 2024 saat usianya baru 17 tahun.

Ia menekankan pentingnya menikmati turnamen daripada terbebani tekanan.

"Dia 19 tahun, madre mia. Saya akan bilang padanya: santai, nikmati.

Cemas, hilangkan! Biarkan dia menikmati.

Hari besar Lamine masih akan datang di Piala Dunia ini. Saya harap besok, dan jika tidak, di final," ujar De la Fuente.

Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, mengingat pertama kali mendengar tentang Yamal pada 2022 saat pemain muda itu masih berlatih di akademi La Masia.

Xavi mengatakan bahwa desas-desus tentang Yamal mengingatkannya pada masa muda Messi.

"Saya mendengar tentang dia di Barcelona sebelum melihatnya. Orang-orang membicarakan anak ini — dan hal yang sama terjadi pada saya dengan Leo (Messi)," kenang Xavi.

>>> Argentina Balas Dendam, Singkirkan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Xavi pertama kali melihat kemampuan Yamal dalam rekaman pertandingan junior di mana pemain berusia 15 tahun itu mendominasi permainan.

Penampilan itu meyakinkan staf pelatih untuk segera memanggilnya ke tim senior untuk latihan.

"Pertama kali saya melihatnya di pertandingan junior yang direkam klub. Usianya 15 tahun dan tampil brilian, memberikan dua assist dan mencetak gol.

Dia melakukan segalanya. Saya pikir, 'Astaga, kami tidak punya pemain seperti ini di lini depan'," kata Xavi.

Yamal kemudian menjalani debut senior di bawah asuhan Xavi pada musim 2022-23. Pelatih mencatat bahwa level eksekusinya jauh di atas pemain seusianya.

"Anak ini berbeda dari yang lain seusianya, jauh di atas mereka. Perbedaannya mencolok — dia praktis melakukan apa pun yang dia mau di lapangan," lanjut Xavi.