Selama bertahun-tahun, Big Three—Naruto, One Piece, dan Bleach—menjadi simbol era keemasan anime. Popularitasnya melonjak berkat penjualan manga yang memecahkan rekor dan adaptasi televisi yang panjang.

Namun, pencapaian terbesar mereka bukan hanya pertarungan ikonik atau transformasi spektakuler. Setiap waralaba menghadirkan karakter dengan kedalaman emosional dan perjalanan pribadi yang terus bergema di hati penggemar.

>>> 16 Anime Hampir Sempurna yang Wajib Ditonton Setidaknya Sekali

Berikut adalah 18 karakter Big Three yang penulisannya telah teruji oleh waktu dan masih menjadi contoh terkuat dalam shonen anime dan manga.

1. Itachi Uchiha (Naruto)

Saat pertama kali muncul, Itachi Uchiha tampak seperti penjahat dingin dan kejam. Kepribadiannya yang tenang, kekuatan luar biasa, dan kesediaannya melakukan tindakan tak termaafkan membuatnya ditakuti.

Namun, seiring berjalannya cerita, informasi baru mengubah citra itu sepenuhnya. Itachi naik menjadi salah satu karakter paling dihormati di anime.

Yang membuat penulisan Itachi begitu efektif adalah bagaimana setiap pengungkapan besar membentuk ulang momen sebelumnya tanpa bertentangan.

Tindakan, percakapan, dan bahkan diamnya mendapat makna baru begitu motivasi sejatinya terungkap.

Alih-alih mengandalkan kejutan mendadak, cerita dengan hati-hati mengontekstualisasikan ulang tahun-tahun penceritaan. Ini memberi penghargaan kepada penonton yang memperhatikan perilakunya.

Kompleksitas emosional Itachi juga membuatnya tetap dihormati. Ia terus memikul beban keputusan mustahil sambil menerima bahwa sejarah akan mengingatnya sebagai penjahat.

Pengorbanan hening itu memberikan bobot emosional yang abadi.

2. Nagato Uzumaki (Pain) (Naruto)

Nagato Uzumaki adalah salah satu contoh terkuat penjahat yang keyakinannya menantang protagonis dan penonton. Tindakannya berakar pada pandangan dunia yang dibentuk oleh konflik dan penderitaan bertahun-tahun.

Filosofinya memaksa pemirsa mempertanyakan balas dendam, keadilan, dan apakah perdamaian abadi dapat dicapai melalui kekerasan.