Mahkamah Agung Amerika Serikat menyelesaikan masa sidang Oktober 2025-26 dengan sejumlah besar putusan yang menguntungkan terdakwa pidana. Analisis yang dirilis pada 15 Juli 2026 menunjukkan pola tersebut.

Dari 57 perkara yang diputus, 16 di antaranya merupakan kasus pidana murni. Jumlah itu sekitar 28 persen dari total beban kerja pengadilan.

>>> Kanselir Jerman Friedrich Merz Peringatkan AS soal Campur Tangan Pemilu

SCOTUSblog melaporkan bahwa 11 dari 16 kasus pidana murni tersebut menghasilkan putusan yang menguntungkan pihak terdakwa. Pola ini serupa dengan masa sidang sebelumnya.

Para pakar hukum mencatat bahwa putusan-putusan itu sering melampaui garis politik tradisional. Beberapa keputusan mendukung isu konservatif seperti hak kepemilikan senjata, di samping posisi pembelaan klasik.

Putusan Penting: Hunter v. United States dan Chatrie v. United States

Salah satu putusan penting adalah Hunter v. United States.

Delapan hakim sepakat bahwa pengabaian banding dalam perjanjian pengakuan bersalah tidak harus ditegakkan jika terjadi ketidakadilan.

>>> US Mint Rilis Koin Peringatan Bergambar Trump untuk HUT ke-250 AS

Hakim Neil Gorsuch menulis pendapat concurring yang mempertanyakan legitimasi konstitusional sistem perjanjian pengakuan bersalah yang dominan. Ia juga mempertanyakan definisi pengabaian sukarela.

Hakim Brett Kavanaugh, bersama Hakim Samuel Alito dan Amy Coney Barrett, mengajukan counter-concurrence singkat untuk menyatakan ketidaksetujuan dengan pertanyaan konstitusional Gorsuch yang lebih luas.

Dalam kasus besar lainnya, Chatrie v.

>>> Ragnarok: The New World Resmi Open Beta Hari Ini, 16 Juli 2026

United States, pengadilan memutuskan bahwa perolehan data lokasi ponsel dari operator oleh penegak hukum merupakan penggeledahan berdasarkan Amandemen Keempat.