>>> 100% Pengembang Game Online Jepang Gunakan AI untuk Analisis Perilaku Pemain

Pada kuartal pertama 2026, game bertanda AI mewakili 28% rilis baru tetapi hanya menghasilkan 17% perkiraan penjualan.

Pada kuartal kedua, mereka menyumbang 33% rilis tetapi hanya 10% perkiraan pendapatan.

Satu pengecualian terjadi pada akhir 2025 ketika ARC Raiders, yang memiliki pengungkapan AI, menjadi sukses komersial besar dan untuk sementara meningkatkan statistik pendapatan terkait AI.

AI tetap menjadi alat, bukan pengganti pengembang

Haro memperingatkan agar tidak menarik kesimpulan yang terlalu luas dari data, menekankan bahwa game sukses masih membutuhkan pengembang berpengalaman dan arahan kreatif yang kuat.

Ia menulis, "Perangkat AI hanyalah itu – membuat game hebat tetap membutuhkan tim hebat dengan visi."

Kesimpulan yang lebih luas adalah bahwa sebagian besar game bertanda AI berasal dari tim independen kecil, yang secara historis kesulitan menonjol di Steam terlepas dari apakah alat AI digunakan.

Studi ini juga menunjuk pada proyek-proyek terkenal seperti Crimson Desert dan ARC Raiders sebagai contoh game yang menyertakan pengungkapan AI tetapi sudah dalam pengembangan bertahun-tahun sebelum AI generatif tersedia secara luas.

Alih-alih membuktikan AI dapat menggantikan pengembangan game tradisional, temuan ini menunjukkan AI terutama menurunkan hambatan untuk menerbitkan lebih banyak game di Steam.

>>> Galaxy S26 Laris Manis karena Konsumen Khawatir Harga Galaxy S27 Melonjak

Namun, menciptakan game yang sukses secara komersial masih bergantung pada desain yang kuat, eksekusi, dan daya tarik pemain, bukan hanya bantuan AI.