>>> Jadwal Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026: Kapan dan Tayang di Mana?

"Karena memang kita harus menjaga keseimbangan antara kepastian untuk menjaga supply lokal, DMO, dan lain-lainnya.

Di sisi lain, kita juga harus tetap meningkatkan ekspor karena rupiah kita bergantung pada penerimaan dolar dari komoditas tersebut," katanya.

Survei Kadin Indonesia Business Pulse Kuartal II 2026 menunjukkan kepastian regulasi menjadi salah satu faktor utama yang diharapkan pelaku usaha untuk memulihkan kepercayaan terhadap perekonomian, setelah stabilisasi nilai tukar rupiah.

Survei dilakukan pada Juni 2026 terhadap 276 perusahaan anggota Kadin di 27 provinsi.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria membantah anggapan pembentukan PT DSI akan mengambil alih aktivitas ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) dari pelaku usaha.

Menurut Dony, DSI justru dibentuk untuk memperkuat pengawasan ekspor dan mencegah praktik-praktik yang selama ini merugikan negara, seperti transfer pricing dan under invoicing.

Ia menegaskan DSI tidak akan berperan sebagai perantara atau 'calo' ekspor yang membeli komoditas dari perusahaan lalu menjualnya kembali ke pasar internasional.

"Kita hanya memastikan, tujuan kita sebenarnya 'eh, lu jualnya dengan harga yang bener dong', tujuan kita kan itu sebenarnya.

Bukan mengambil barang mereka dan menjadi calo yang kemudian menjual," kata Dony dalam siniar Podcast Kaleng-Kaleng, dikutip Kamis (11/6).

>>> AHY dan Merry Riana Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Ratusan Ojol di GBK

Dony menjelaskan pemerintah membentuk DSI setelah melihat masih adanya praktik transfer pricing dan under invoicing dalam kegiatan ekspor SDA.