Ia menambahkan, Maluku memiliki potensi ekonomi besar di sektor perikanan, kelautan, pariwisata, pertanian, hingga energi. Namun, potensi tersebut belum optimal karena tantangan investasi, akses pasar, dan konektivitas bisnis.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI, Jay Singgih, yang hadir mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, menyebut HIPMI sebagai "kawah candradimuka" bagi pengusaha muda dan calon pemimpin bangsa.

Menurut Jay, melalui HIPMI para kader ditempa menjadi pengusaha tangguh, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan nasionalis.

Mereka diharapkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan unggul dalam persaingan regional, ASEAN, hingga internasional.

Jay yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Energi BPP HIPMI mengatakan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen dan meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia menjadi 3,9 persen, HIPMI memiliki peran strategis.

Organisasi ini diharapkan mengisi ruang perekonomian nasional melalui penciptaan wirausaha dan pengusaha baru.

"Melalui lahirnya lebih banyak pengusaha muda, HIPMI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Ia berharap Forbisda menjadi momentum meningkatkan motivasi, semangat juang, dan kapasitas anggota HIPMI dalam mengembangkan usaha.

>>> Event Apex Legends x Cyberpunk Resmi Hadir dengan Peta Night City dan Kemampuan Baru

Selain itu, forum ini diharapkan mendorong kontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.