Heboh Isu Demosi Massal di KemenPU: Gaji Pegawai Anjlok dari Rp24 Juta ke Rp5 Juta, Netizen Soroti Potensi Maladministrasi
Ukuran Teks
Jagat media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter), kembali dihebohkan oleh isu pergeseran struktur birokrasi yang mencengangkan. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) di bawah kepemimpinan Menteri Dody Hanggodo. Beredar luas dugaan mutasi dan demosi massal yang melibatkan setidaknya 114 pegawai, dengan dampak penurunan penghasilan yang begitu drastis hingga memicu gelombang protes dan kekhawatiran publik.
Isu ini bukan sekadar gosip kantor biasa. Penurunan jabatan yang disertai dengan pemotongan tunjangan kinerja secara ekstrem telah menyentuh sisi kemanusiaan dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Publik bertanya-tanya, apakah ini bentuk efisiensi birokrasi, atau justru potensi maladministrasi yang melanggar hak-hak dasar pegawai?
Dari Direktur Menjadi Pelaksana Teknis: Sebuah "Terjun Bebas" Birokrasi
Berdasarkan penelusuran dari cuitan akun X @IndependenSumatera pada Selasa, 14 Juli 2026, terdapat bukti berupa tangkapan layar surat pemberitahuan resmi yang memperlihatkan betapa kerasnya dampak kebijakan ini. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah demosi seorang pejabat setingkat Direktur Air Minum di Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Alih-alih dipindahkan ke posisi yang setara, pejabat tersebut dikabarkan diberi penugasan baru sebagai pelaksana teknis pada Balai Teknik Sains Bangunan. Kutipan langsung dari surat tersebut menyebutkan, "Serempak dengan pemberhentian tersebut pada diktum KESATU, memberikan penugasan baru kepada pegawai yang namanya tersebut pada diktum KESATU sebagai pelaksana teknis pada Balai Teknik Sains Bangunan."
Lompatan dari posisi eselon tinggi ke staf pelaksana teknis bukanlah hal yang lazim dalam tata kelola kepegawaian negara, kecuali jika disertai dengan sanksi disiplin berat yang terbukti melalui proses hukum internal yang transparan.
Dampak Finansial yang Menghancurkan: Selisih Hampir Rp20 Juta per Bulan
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
TOP 35 Acara Televisi dengan Rating Terbaik Hari ini 16 Juli 2026 ada Terikat Janji jadi Runner Up
Rabu / 15-07-2026, 18:00 WIB
Set Lego SpongeBob SquarePants Rp3,5 Juta Dirilis, Detailnya Sangat Akurat
Rabu / 15-07-2026, 17:49 WIB
Harapan Penggemar Spyro untuk 'Spyro: A Realm Beyond'
Rabu / 15-07-2026, 17:49 WIB
Prancis Kalah, Deschamps Cetak Rekor Bersejarah di Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 17:49 WIB
30 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Beruntun AS di Iran
Rabu / 15-07-2026, 17:49 WIB
IHSG Ditutup Hijau di Level 6.041 pada Perdagangan Rabu Sore
Rabu / 15-07-2026, 17:49 WIB
Chandler Walters Gantikan Zach John King di Freedom Fest
Rabu / 15-07-2026, 17:45 WIB
Bobby Nasution Sebut Wajar Prabowo Minta Pengawasan SPPG MBG
Rabu / 15-07-2026, 17:45 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Suap Muara Enim
Rabu / 15-07-2026, 17:45 WIB
Pulang ke Oslo, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
Rabu / 15-07-2026, 17:43 WIB
Wakil Presiden Argentina Singgung Konflik Falkland Jelang Lawan Inggris di Semifinal Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 17:42 WIB
Thomas Tuchel: Inggris Siap Hadapi Argentina yang Penuh Emosi di Semifinal Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 17:42 WIB
APINDO: ION Jadi Solusi Percepat Digitalisasi UMKM
Rabu / 15-07-2026, 17:42 WIB







