Penetapan pimpinan ponpes sebagai tersangka menjadi kejutan sekaligus sorotan tajam, mengingat posisi tawarnya yang seharusnya melindungi santri, justru diduga terlibat atau membiarkan terjadinya kekerasan fatal tersebut.
 

Komisi III DPR: Negara Harus Hadir

Mendengar pemaparan tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, langsung mengambil sikap tegas. Ia berusaha menenangkan ibu korban yang terus menangis histeris, sembari memberikan jaminan politik dan hukum.
 
"Insya Allah kami, Komisi III, akan berupaya maksimal untuk memberikan keadilan agar korban almarhum bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada kompromi untuk kasus kekerasan terhadap santri," tegas Habiburokhman.
 
Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan, berjanji akan menggunakan fungsi pengawasannya untuk memastikan Polda NTB bekerja transparan. DPR tidak akan membiarkan kasus ini menguap atau ditutup-tutupi.
 

Menanti Keadilan untuk Sahri

Kasus kematian Sahri Sobirin kini menjadi perhatian nasional. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap impunitas di lingkungan pendidikan yang seharusnya suci. Keluarga korban, bersama tim hukum Hotman 911, menuntut agar tidak hanya pelaku lapangan yang dihukum, tetapi juga seluruh pihak yang membiarkan atau menutupi kejadian ini harus bertanggung jawab.
 
Penyidikan Polda NTB dipastikan masih terus berjalan untuk mendalami peran masing-masing tersangka dan membongkar kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam konspirasi pembakaran ini.
 
Bagi ibu Sahri, janji dari Senayan adalah harapan terakhir. Ia tidak ingin air matanya tumpah sia-sia, dan ia ingin dunia tahu bahwa putranya tidak mati karena kecelakaan, melainkan karena kekejaman yang harus dibayar lunas dengan hukum.