Air Mata di Senayan: Kisah Pilu Ibu Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah, Komisi III DPR Janji Tak Akan Kompromi
Ukuran Teks
Kronologi Mencekam: Dibakar Hidup-Hidup di Ruang Kosong
Tim hukum membeberkan kronologi kejadian yang terjadi pada 13 Desember 2025 silam. Aksi biadab tersebut diduga terjadi di sebuah ruangan kosong di lingkungan Pondok Pesantren Rosyidatus Shaulatiyah Al-Ibrahimy, Kecamatan Batukliang.
Pelaku diduga dengan sadar menyiramkan bensin ke tubuh korban sebelum menyulut api. Bayangkan penderitaan yang dialami Sahri saat kobaran api melahap tubuhnya.
"Baru tiga hari setelah kejadian pembakaran, si anak baru bisa berbicara karena kondisinya yang sangat kritis. Dia menyampaikan bahwa dibakar di dalam ruangan kosong. Api yang dicampur bensin menyebar cepat hingga korban mengalami luka bakar sangat drastis, mencapai 80 persen," tambah Titi.
Luka bakar tersebut mencakup hampir seluruh vital tubuh, mulai dari wajah hingga kaki. Hanya sebagian kecil area perut dan paha yang selamat dari kobaran api. Meskipun sempat menjalani perawatan intensif dan melewati masa-masa kritis yang menyakitkan, nyawa Sahri akhirnya tidak tertolong. Ia pergi meninggalkan ibunya yang kini menggugat keadilan ke Jakarta.
Misteri Keterlambatan Laporan dan Oknum Pimpinan Ponpes
Fakta lain yang mencuat dalam RDPU ini adalah jeda waktu yang mencurigakan antara kejadian dan pelaporan. Peristiwa pembakaran terjadi pada 13 Desember 2025, namun keluarga korban baru berani melapor pada awal Juni 2026.
Kombes Mohammad Kholid, Kabid Humas Polda NTB, mengonfirmasi bahwa proses hukum baru berjalan setelah adanya laporan resmi dari keluarga. Jeda waktu enam bulan ini mengindikasikan adanya dugaan intimidasi atau ketakutan luar biasa dari keluarga korban terhadap pihak-pihak yang berkuasa di lingkungan pesantren.
Polisi kini telah menetapkan dua tersangka:
- MR, yang masih berstatus anak di bawah umur (diduga anak pimpinan ponpes).
- AMR, yang merupakan pimpinan pondok pesantren itu sendiri.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Menemukan Kesejajaran: Bagaimana Yoga Mengubah Hubungan Saya dengan Skoliosis
Rabu / 15-07-2026, 14:10 WIB
Perkuat SDM Industri, Menperin Agus Gumiwang Gaspol Cetak Asesor Kompetensi
Rabu / 15-07-2026, 14:10 WIB
Accor dan Tropicana Bangun Mercure Living Genting Highlands dengan 1.443 Suite
Rabu / 15-07-2026, 14:10 WIB
Lineup dan Jadwal Timnas eFootball Indonesia di Asian Games 2026
Rabu / 15-07-2026, 14:07 WIB
Indonesia Blokir 3,7 Juta Situs Judi Online Sejak Oktober 2024
Rabu / 15-07-2026, 14:06 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 444,4 Miliar Dolar AS pada Mei 2026
Rabu / 15-07-2026, 14:06 WIB
Harga Samsung Galaxy A17 5G Juli 2026 Naik: Bedah Lengkap Spesifikasi, Fitur AI, dan Pertimbangan Sebelum Membeli
Rabu / 15-07-2026, 13:54 WIB
Skotlandia Keluarkan Peringatan Kebakaran Hutan Tinggi di Tengah Gelombang Panas
Rabu / 15-07-2026, 13:49 WIB
OC Fair 2026 Dibuka di Costa Mesa dengan Batas Pengunjung Harian
Rabu / 15-07-2026, 13:49 WIB
Pria 83 Tahun di Belgia Kena Sifilis Langka, Awalnya Masuk UGD karena Gatal
Rabu / 15-07-2026, 13:49 WIB
Kekeringan Parah Picu Peringatan Kebakaran dan Larangan Selang di Inggris
Rabu / 15-07-2026, 13:45 WIB







