Lorna Hajdini, seorang eksekutif di JPMorgan Chase, melawan tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya dengan mengajukan gugatan balik.

Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, Hajdini menuntut balik pihak yang menuduhnya atas tuduhan pencemaran nama baik dan libel.

>>> Perahu Wisata Tenggelam di Dekat Alcatraz, Satu Tewas Satu Hilang

Ia mengklaim bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya untuk menghancurkan reputasinya.

Hajdini menyatakan dalam gugatan baliknya bahwa tuntutan hukum terhadapnya adalah upaya untuk "menghancurkan reputasinya" demi memeras dirinya dan JPMorgan Chase hingga jutaan dolar.

Ia mengklaim bahwa pihak yang menuduhnya tidak melaporkan insiden pelecehan atau penyerangan hingga Mei 2025, meskipun tuduhannya berasal dari hampir setahun sebelumnya.

Hajdini menambahkan bahwa gugatan tersebut telah menghancurkan hidupnya, baik secara profesional maupun pribadi, karena "narasi sensasional" yang disajikan oleh pihak yang menuduhnya.

Ia mengaku telah menerima ancaman sejak kasus ini menjadi sorotan publik, dan keluarganya juga menjadi sasaran ejekan, cemoohan, dan pelecehan.

>>> Spanyol Samai Rekor Italia Usai Hajar Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Pihak yang menuduh Hajdini, yang memilih untuk tetap anonim, sebelumnya mengklaim bahwa ia memaksanya untuk berpartisipasi dalam tindakan seksual "tanpa persetujuan" dan "memalukan."

Ia juga menuduh Hajdini pernah mengancam akan menghubungi imigrasi terkait orang-orang di sekitarnya. Hajdini membantah semua tuduhan tersebut dan menyebut pihak yang menuduhnya sebagai pembohong.

JPMorgan Chase mendukung eksekutifnya.

Dalam pernyataan sebelumnya kepada TMZ, perusahaan mengatakan, "Setelah penyelidikan kami, kami tidak percaya ada dasar untuk klaim ini.

>>> Viral Dosen UPI Diduga Tipu Wanita Rp100 Juta, Pihak Kampus Buka Suara

Meskipun banyak karyawan bekerja sama dalam penyelidikan, pihak yang mengeluh menolak untuk berpartisipasi dan menolak memberikan fakta yang mendukung tuduhannya."