Ia juga menilai keputusan S&P mematahkan anggapan yang menyebut kebijakan fiskal Pemerintahan Prabowo dijalankan secara tidak hati-hati.

Menurut dia, hasil asesmen tersebut merupakan pengakuan internasional bahwa Indonesia mampu mengelola fiskal secara prudent sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

Purbaya juga menyinggung sejumlah lembaga yang sebelumnya memberikan penilaian negatif terhadap Indonesia.

Menurut dia, lembaga-lembaga tersebut terlalu cepat menyampaikan asesmen sebelum data ekonomi kuartal I 2026 dirilis.

"Saya sudah bilang berkali-kali kan, lembaga-lembaga yang sebelumnya, yang lain, ada kemungkinan mereka offside, karena mereka melakukan assessment sebelum data triwulan pertama keluar.

Ingat kan itu? Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat," ujar Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki pelaksanaan kebijakan ekonomi, termasuk meningkatkan konsistensi dan memperbaiki berbagai inefisiensi yang masih ada.

"Kita akan perhatikan itu dari waktu ke waktu. Yang jelas anggaran saya aman, prospek ekonomi Indonesia bagus ke depan.

>>> Prabowo Terima Luhut dan Jajaran DEN di Hambalang, Bahas Ekonomi dan GovTech

Anda semua enggak usah takut. Pemerintah menjalankan kebijakannya dengan baik," ujar Purbaya.