Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat membeli batik. Hal ini menyusul maraknya peredaran kain printing bermotif batik di pasaran.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya edukasi konsumen. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi para perajin batik tradisional.

>>> Petitcure ~Precure Fairies~ Rilis Film Pendek Edukasi Etika Bioskop

Selain itu, upaya ini juga bertujuan menjaga warisan budaya Indonesia. Batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Dukungan Kemenperin untuk Pagelaran Batik

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Pagelaran Seni Batik Indonesia Puspa Nuswantara 2026. Acara ini digelar oleh Asosiasi Perajin Batik Indonesia.

>>> AS Kembalikan Miliaran Dolar Tarif ke Perusahaan Global

Pagelaran ini menjadi ajang promosi batik asli Indonesia. Masyarakat diharapkan semakin mengenali ciri khas batik tulis dan cap.

>>> IRGC Klaim Serang Dua Tanker UEA 'Nakal' di Selat Hormuz

Dengan demikian, konsumen dapat membedakan batik asli dengan kain printing bermotif batik. Hal ini penting untuk menjaga nilai seni dan ekonomi batik.