Kritik Terhadap Penunjukan Trump yang Dianggap Memanfaatkan Badan Keamanan Kimia untuk Deregulasi
Kyla Bennett, mantan ilmuwan EPA yang kini bergabung dengan Public Employees for Responsibility, memperingatkan dewan hanya akan memberikan stempel persetujuan.
"Ini akan memberi mereka kedok untuk ilmu pengetahuan yang buruk," tambah Bennett.
Michael Dourson dan Kontroversi Lain
Calon Michael Dourson, ilmuwan yang berpihak pada industri, memimpin upaya pada 2024 untuk membatalkan batas air Pfas era Biden.
Ia sebelumnya bekerja di EPA tetapi keluar untuk mendirikan Toxicology Excellence for Risk Assessment (Tera), yang oleh kritikus disebut sebagai lembaga riset ramah industri.
>>> TGRI Sapu Bersih Podium di Seri Pembuka Kejurnas Slalom 2026
Trump menominasikan Dourson untuk mengawasi divisi keamanan kimia pada 2017, tetapi ia mundur setelah gagal mendapatkan dukungan Republik.
Kritikus Senat menuduhnya menjalankan operasi "sains untuk dijual" yang memungkinkan American Chemistry Council mengedit makalah, meskipun Dourson menyebut alasan prosedural.
Dourson tidak menjawab pertanyaan Guardian, tetapi membagikan halaman pendanaan Tera.
Ia sebelumnya menyebut Tera sebagai "kelompok netral sains yang ada untuk membantu semua pihak" dan tetap tidak memihak meskipun menerima dana dari LSM dan badan regulasi.
Laporan baru menyatakan produsen kimia membayarnya untuk mengerjakan zat yang akan segera ditinjau SACC, termasuk tetrabromobisphenol A (TBBPA), akrilonitril, stirena, dan naftalena.
Karyanya tentang TBBPA, yang didanai oleh American Chemistry Council, bertentangan dengan ilmu pengetahuan terbaik tentang toksisitas reproduksi dan perkembangan.
Sarah Vogel, direktur komunitas sehat untuk Environmental Defense Fund, mengkritik penunjukan tersebut.
"Penunjukan Michael Dourson, yang menghabiskan kariernya di pucuk pimpinan perusahaan yang mengambil uang dari industri tembakau dan puluhan perusahaan kimia untuk merusak perlindungan kesehatan masyarakat, adalah definisi konflik kepentingan," kata Vogel.
Update Terbaru
Waze Update: Mode Kurang Banyak Bicara dan Fitur Percakapan Baru
Senin / 13-07-2026, 22:35 WIB
Cara Nonton Home Run Derby 2026: Streaming, Peserta, dan Format Baru
Senin / 13-07-2026, 22:35 WIB
Danantara Kembangkan 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun
Senin / 13-07-2026, 22:34 WIB
Influencer 'Okay Baby' Katelynn Ordone Ajukan Cerai Usai Kematian Anak
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Video Mengerikan Tunjukkan Kebakaran Mematikan di Gedung Bir Bangkok
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Korban Serangan Bison di Yellowstone Teridentifikasi, Alami Patah Tulang Parah
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Zahara Jolie Ambil Langkah Hukum Lepas Nama Pitt
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Erling Haaland Ucapkan Selamat Tinggal ke AS Usai Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia
Senin / 13-07-2026, 21:59 WIB
Kendal Tornado FC Resmi Rekrut Striker Rizky Dwi Pangestu
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Terbuka Usai Wacana 64 Tim
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Strategi Tim Robot ITS Juarai KRAI 2026 dan Melaju ke Hong Kong
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair 20 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Kejagung Bantah Kabar Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah Usai Jadi Tersangka
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Honda Super One Siap Meluncur di GIIAS 2026, Jajal Pasar Mobil Listrik Indonesia
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB







