Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia, dr. Tubagus Argie, mengatakan penyakit ringan yang berulang juga dapat menjadi sumber pengeluaran yang signifikan bagi rumah tangga.

"Masyarakat sering kali hanya mengantisipasi biaya ketika menghadapi penyakit berat. Padahal, penyakit umum seperti ISPA, radang tenggorokan, maupun demam dan pilek juga tetap membutuhkan pengobatan.

Ketika terjadi berulang, akumulasi biayanya dapat menjadi cukup signifikan," ujarnya.

Tren tersebut berlanjut hingga kuartal I-2026, di mana data klaim Allianz mencatat ISPA menjadi penyakit yang paling banyak diklaim dengan 10.026 kasus, disusul diare 3.741 kasus, radang tenggorokan 2.795 kasus, demam 2.394 kasus, dan batuk pilek 2.369 kasus.

"Hal ini menjadi pengingat bahwa ketika seseorang jatuh sakit, biaya yang dikeluarkan bukan hanya dari tindakan medis atau konsultasi dokter, tetapi juga dari kebutuhan obat yang sering luput dari perhitungan.

>>> OpenAI Luncurkan ChatGPT Work, Agen AI untuk Pekerjaan Kantoran

Di tengah tren kenaikan biaya kesehatan, masyarakat perlu mempersiapkan perlindungan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan sekaligus beban finansial akibat kebutuhan pengobatan yang tidak terduga," tutup dr. Tubagus Argie.