>>> Nam Joo-hyuk Kembali ke Layar Kaca Lewat Drama Netflix 'The East Palace'

Kontroversi tidak mereda meski Woni lahir dan besar di Geoje serta menggunakan dialek itu sehari-hari.

Tuduhan keterkaitan selebriti dengan Ilbe sebenarnya bukan hal baru. Namun sebelumnya, kontroversi sebagian besar terbatas di komunitas online.

Kini, tokoh politik mulai mengamplifikasi tuduhan sebelum legitimasinya terbukti. Selebriti terpaksa buru-buru mengeluarkan bantahan.

Semakin besar skala kontroversi, kualitas bukti tidak meningkat.

Banyak tuduhan hanya berdasarkan spekulasi: gestur tangan dalam satu bingkai, satu kata, atau cara bicara yang dianggap sebagai bukti.

Platform media sosial dan forum online mempercepat penyebaran kecurigaan, sementara verifikasi dikesampingkan.

Masyarakat Korea umumnya mengharapkan figur publik bertanggung jawab atas ucapan dan tindakan mereka. Namun, mencap artis sebagai pengguna Ilbe hanya berdasarkan dugaan adalah masalah lain.

Setelah label Ilbe menempel, reputasi seseorang bisa tercemar dengan hinaan beracun.

Kritikus budaya pop Kim Heon-sik mengatakan mereduksi debat menjadi apakah satu pernyataan merupakan ujaran kebencian justru bisa memperdalam kontroversi.

"Penting bagi masyarakat untuk mengidentifikasi ekspresi kebencian dan diskriminasi.

>>> Seventeen Perpanjang Kontrak dengan Pledis untuk Kedua Kalinya

Namun yang kita butuhkan sekarang adalah diskusi konstruktif berdasarkan pemahaman akurat tentang ekspresi tersebut dan cara mengatasinya," kata Kim.