Kasus pelecehan seksual yang menimpa penumpang bus MTrans rute Malang-Denpasar terus berkembang dan menuai perhatian publik. Insiden yang melibatkan oknum crew berinisial AM ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memicu gelombang kritik terhadap manajemen perusahaan transportasi tersebut.
 

Kronologi Kejadian: Bermula dari Pesan WhatsApp

Peristiwa bermula ketika korban, seorang penumpang perempuan, menerima pesan WhatsApp dari oknum crew berinisial AM. Awalnya, komunikasi tersebut tampak biasa saja, namun semakin lama pesan yang dikirimkan semakin tidak pantas dan membuat korban merasa tidak nyaman.
 
Puncaknya, pelaku melakukan tindakan pelecehan fisik dengan menyentuh bagian tubuh korban tanpa izin saat perjalanan berlangsung. Tindakan ini jelas melanggar etika profesi dan hak asasi korban sebagai penumpang yang seharusnya merasa aman selama perjalanan.
 
Korban yang mengalami trauma langsung melaporkan kejadian tersebut dan membagikan pengalamannya di media sosial, yang kemudian viral dan menarik perhatian publik.
 

MTrans Akhirnya Buka Suara

Setelah kasus ini viral dan mendapat sorotan tajam dari masyarakat, MTrans akhirnya menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Thread @mtrans.co.id pada Senin, 13 Juli 2026.
 
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang telah terjadi," tulis MTrans dalam pernyataannya.
 
Perusahaan mengakui bahwa insiden ini menjadi perhatian serius dan telah melakukan tindak lanjut dengan mengambil keputusan tegas terhadap pelaku.
 

PHK sebagai Tindakan Tegas

MTrans menegaskan bahwa mereka tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan dan tindakan yang membuat penumpang merasa tidak aman maupun tidak nyaman.
 
"Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, perusahaan telah mengambil keputusan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap oknum Mitra Kerja (Helper) yang tidak bertanggung jawab karena tindakannya tidak sesuai dengan standar etika dan ketentuan yang berlaku di lingkungan MTrans," tegas pernyataan resmi tersebut.
 
Keputusan PHK ini disebut sebagai bentuk komitmen MTrans untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpangnya. Perusahaan juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan pengawasan terhadap mitra kerja.