Reaksi Keras Warganet: "Keterlaluan, Harus Viral Dulu!"

Meski MTrans telah mengeluarkan pernyataan dan memecat pelaku, respons dari warganet justru dipenuhi dengan kritik pedas. Banyak yang menilai tindakan perusahaan terlambat dan tidak cukup.
 
Akun @zenowleey dengan tajam mengkritik: "Udah banyak yang mengalami jadi korban ngomongnya mau diselidiki dulu pelaku cuma dinonaktifkan, malah nanya ke korban mau penyelesaian gimana, keterlaluan sampai tunggu viral dulu baru mau pecat, lu semua becus kerja gak sih, coret MTrans, gak akan naik bus ini."
 
Kritik ini menyoroti pola yang sama di mana perusahaan transportasi baru bertindak tegas setelah kasus menjadi viral, bukan sejak awal laporan diterima.
 

Pertanyaan Besar: Di Mana Pendampingan Korban?

Salah satu poin kritik utama yang muncul adalah sikap MTrans yang dinilai tidak mendampingi korban secara memadai. Akun @surya.amnesya menyoroti hal ini:
 
"Saat kejadian, pelaku masih bagian dari mitra kan? Artinya, MTrans harus turut serta mengadvokasi korban, maupun turut serta melaporkan pelaku karena telah mencoreng nama MTrans selama menjadi mitra. Sikap netral bukan sikap yang benar dalam hal ini."
 
Kritik ini menyoroti bahwa sebagai perusahaan yang bekerja sama dengan pelaku, MTrans memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk tidak hanya memecat pelaku, tetapi juga memastikan korban mendapatkan keadilan dan pendampingan yang layak.
 

Citra MTrans yang Semakin Tercoreng

Akun @adtyspta menambahkan kritik yang lebih komprehensif: "MTrans gak mau mendampingi korban? Buat pelaporan? Atau hanya PHK gini aja? Semakin kesini citra MTrans kok makin buruk ya? Sering banyak problem operasional, sekarang di SDM pun sama saja, gak ada evaluasi kah?"
 
Kritik ini menunjukkan bahwa kasus pelecehan ini bukan insiden pertama yang menimpa MTrans. Sebelumnya, perusahaan ini juga kerap mendapat keluhan terkait masalah operasional, yang menunjukkan adanya masalah sistemik dalam manajemen.