Pemerintah menawarkan berbagai insentif, seperti fasilitas fiskal (tax holiday, tax allowance), kemudahan perizinan, dan jaminan kepastian hukum untuk investor yang bersedia membangun fasilitas pengolahan dan industri turunan di Indonesia.

Investasi ini sangat krusial untuk menyediakan modal, teknologi, dan keahlian yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Jenis investasi yang diharapkan mencakup pembangunan smelter, pabrik pengolahan, fasilitas manufaktur komponen, hingga industri berbasis teknologi tinggi.

Misalnya, di sektor mineral, investasi akan mengalir ke industri baterai kendaraan listrik, daur ulang baterai, hingga komponen elektronik.

Di sektor perkebunan, investasi akan difokuskan pada industri oleokimia, biomassa, dan produk pangan olahan.

Investasi ini tidak hanya bersifat padat modal tetapi juga padat teknologi, mendorong modernisasi industri Indonesia.

Dampak positif dari investasi hilirisasi juga akan terasa pada penciptaan lapangan kerja.

Pembangunan dan operasional fasilitas industri baru akan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari level operator hingga tenaga ahli dan manajerial.

Selain itu, hilirisasi juga akan memicu pertumbuhan industri pendukung dan jasa terkait, seperti logistik, konstruksi, dan penyedia energi, yang pada gilirannya juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

>>> Ahli Hukum Soroti Kejanggalan Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah

Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan vokasi juga menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil di industri hilir.