Bek tengah itu menegaskan opini eksternal tidak akan mengalihkan fokus Argentina dari target langsung melawan Swiss.

"Kami fokus pada besok. Pertandingan akan sulit, dan kami tidak mendengarkan apa yang dipikirkan satu pemain.

Setiap orang punya perspektifnya sendiri, tapi kami fokus pada besok," tegas Romero.

Romero juga mengakui bahwa pertahanan harus mengutamakan tugas utamanya, meski ia baru saja berkontribusi ofensif melawan Mesir.

"Mencetak gol itu menyenangkan, tapi tugas kami adalah menjaga clean sheet. Saya senang jika bisa berkontribusi di serangan, tapi tugas utama kami adalah bertahan," ujarnya.

Isu Keberpihakan Wasit

Pertandingan sebelumnya melawan Mesir diwarnai kontroversi setelah gol Mesir dianulir, memicu tuduhan bahwa keputusan FIFA menguntungkan Argentina dan Lionel Messi.

>>> Afrika Selatan Kalahkan Skotlandia 42-28 dalam Laga Nations Championship

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menanggapi tuduhan itu dengan santai.

"Sejak 1986 mereka bilang kami diuntungkan. Itu bukan hal baru.

Sejak saya punya akal sehat, karena Argentina selalu menjadi salah satu kandidat turnamen," kata Scaloni.

"Kami menggunakannya untuk menunjukkan kepada pemain bahwa ada orang yang tidak ingin Argentina menang."

Scaloni menjelaskan bahwa kritik eksternal justru menjadi motivasi bagi para pemainnya.

"Itu normal, mungkin ada lebih banyak orang yang tidak ingin kami menang, mungkin karena kami juara terakhir.

Ya, para pemain tahu dan kami gunakan sebagai bentuk pemberontakan, mereka memberontak agar bermain lebih baik," ujarnya.

Pelatih itu membantah kemungkinan adanya keberpihakan resmi, mengingat penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

"Saat ini dengan VAR, sangat sulit bagi wasit untuk membantu Anda. Tidak ada interpretasi ganda dengan VAR, mereka sudah menjelaskannya dalam kursus sebelum Piala Dunia," jelas Scaloni.