Afrika Selatan Kalahkan Skotlandia 42-28 dalam Laga Nations Championship
"Ini adalah ujian yang dibutuhkan beberapa pemain – bukan melawan negara tier dua, tetapi melawan tim tier satu yang benar-benar kelas," katanya.
Meskipun ada frustrasi dari penonton di Pretoria, Erasmus percaya publik mendukung eksperimennya.
"Saya tidak berpikir penonton senang pada akhirnya, tetapi saya pikir Afrika Selatan memahami apa yang kami coba lakukan dalam pertandingan ini," ujarnya.
>>> Astros Hentikan Laju Rangers di Globe Life Field
Pelatih itu mengkredit kepercayaan timbal balik antara penggemar dan tim yang membuat mereka bertahan melalui kesalahan selama pertandingan.
Erasmus menyatakan bahwa tujuan utamanya tetap mengevaluasi kemampuan pemain daripada hanya fokus menjaga rekor kemenangan beruntun.
"Jika kami kalah, kritik akan datang – tetapi bagi saya yang terpenting adalah belajar tentang pemain. Untungnya kami menang," katanya.
Menjelang pertandingan berikutnya melawan Wales, pelatih mengindikasikan kesediaannya mempertaruhkan tujuan turnamen jangka pendek demi pengembangan jangka panjang.
Suasana di stadion memberikan lingkungan bertekanan tinggi yang otentik bagi anggota skuad yang belum mapan.
Springboks mengantisipasi tantangan berat berdasarkan performa internasional Skotlandia baru-baru ini.
Kekecewaan Pelatih Skotlandia
Pelatih Skotlandia Gregor Townsend mengungkapkan frustrasi karena tidak bisa memanfaatkan peluang lebih banyak di babak pertama dan saat Afrika Selatan bermain dengan 14 pemain.
"Kami ceroboh selama 10 menit dan tertinggal 21 poin," kata Townsend.
Meskipun tertinggal, ia bangga dengan perjuangan timnya untuk bangkit di akhir pertandingan.
"Saya sangat bangga dengan upaya untuk kembali. Pada menit ke-70 saya percaya kami akan menang, tetapi tidak terjadi.
Ini pelajaran bagi kami," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mengeksekusi peluang saat menghadapi juara dunia.
Townsend mencatat bahwa jarangnya bermain melawan Afrika Selatan di kandang mereka menambah kekecewaan.
"Kami tidak sering bermain melawan Afrika Selatan, apalagi di sini. Tapi saya tahu kami telah maju musim ini dan ini langkah maju lainnya," katanya.
>>> Usai Jampidsus, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Polri Geledah Bunker Jokowi
Ia mengakui Afrika Selatan berhasil menang, tetapi Skotlandia telah menunjukkan diri sebagai lawan yang serius.
Update Terbaru
Kontroversi VAR: Aturan Mistaken Identity Singkirkan Swiss dari Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 13:22 WIB
Fitur Tersembunyi Claude 2026: J-Space hingga Computer Use
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Harga Cabai Rawit Rp 61.900 per Kg, Bawang Merah Turun pada 12 Juli 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Data Kejahatan Raleigh Q2 2026: Pembunuhan dan Perampokan Menurun
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Dewan Kota Charlotte Bahas Perubahan Ordinan Perlindungan Remaja
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Argentina Unggul Cepat atas Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Cara Cek PIP 2026 Online Lewat SIPINTAR, Status Penerima Bisa Dilihat Pakai NISN dan NIK
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB
DPR Tak Mau Ada 'Emas Jadi Cokelat' di Kasus Febrie, Panja Siap Awasi Langsung
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB
Argentina Nyaris Tersingkir, Julian Alvarez Selamatkan Lionel Messi Cs ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB
IMEF Dukung Relaksasi Produksi Nikel untuk Jaga Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Minggu / 12-07-2026, 13:14 WIB
Motorola Edge 70 Max Bawa Baterai Terbesar di Keluarga Motorola
Minggu / 12-07-2026, 13:13 WIB
Putri Raiyah Yordania Diam-diam Cerai, Terungkap Usai Mantan Suami Nikah Lagi
Minggu / 12-07-2026, 13:13 WIB
IRGC Iran Kembali Tembak Kapal di Selat Hormuz
Minggu / 12-07-2026, 13:06 WIB







