>>> Tim Merlier Menang di Etape 7 Tour de France, Pogacar Tetap di Puncak

"Jangan sampai ada perebutan bahan baku antara sektor minyak goreng dengan biodiesel ini, karena bisa membuat harga CPO naik dan dampaknya ke inflasi," tuturnya.

Noval juga menyoroti potensi hidden cost dari setiap kebijakan baru, seperti dampak sosial atau ketimpangan antarsektor industri jika regulasi tidak ditegakkan secara adil.

"Bisa terjadi kanibalisme sektor.

Mungkin di sektor migas kita terbantu, tapi di sektor lain kita akan kedodoran kalau tidak pandai menjaga keseimbangan," tambahnya.

Edukasi dan Kepastian Hukum

Edukasi dan sosialisasi masif dari pemerintah dan badan usaha menjadi instrumen penting. Menurut Noval, masyarakat tidak perlu cemas asalkan ketersediaan BBM terjamin dengan harga terjangkau.

"Jangan sampai pakai B50 malah harganya lebih mahal dari solar biasa, karena secara ekonomi akan membebani masyarakat," tegasnya.

Keberhasilan program B50 juga bergantung pada peran PT Pertamina Patra Niaga sebagai distributor energi.

Noval berharap pemerintah memberikan kepastian hukum, kejelasan regulasi, dan penyederhanaan birokrasi agar transisi energi berjalan lancar.

"Yang diperlukan bagi masyarakat dan pelaku usaha, termasuk Pertamina Patra Niaga, sebetulnya adalah kepastian hukum, kejelasan regulasi, serta penyederhanaan birokrasi.

Dalam membuat kebijakan, mestinya pemerintah bersandar pada landasan atau dokumen akademis yang diuji dengan baik," terangnya.

Noval menekankan pentingnya pengawasan ketat dari hulu ke hilir selama implementasi B50. "Standardisasi, monitoring, pengendalian, serta evaluasi ketika dijalankan itu harus benar-benar dilaksanakan dengan disiplin yang tinggi.

>>> Bryne, Kota Kecil Petani yang Membesarkan Viking Sepak Bola Erling Haaland

Supaya kebijakan B50 yang tujuannya mulia untuk mengurangi ketergantungan minyak dunia ini bisa sukses, maka pelaksanaannya juga harus benar," pungkasnya.