Di sebuah toko kain di Bryne, kota kecil pertanian di Norwegia selatan, Olinda Haaland dikelilingi topi merah, kaus No 9, dan mainan Erling Haaland.

Meski tidak memiliki hubungan keluarga, ia bangga berbagi nama dengan sang striker.

>>> HUAWEI Watch GT 6 Pro vs OPPO Watch X3: Duel Smartwatch Premium 2026, Mana yang Paling Pas untuk Gaya Hidupmu?

"Ini benar-benar kebahagiaan murni. Kami semua sangat mencintainya dan dia berbuat banyak untuk Bryne," kata Olinda Haaland, pemilik toko kain.

Tokonya menghadap ke alun-alun pusat Bryne, tempat ratusan orang akan berkumpul pada Sabtu untuk menonton siaran langsung perempat final Piala Dunia antara Norwegia dan Inggris.

Kaus retro Piala Dunia 1998, saat terakhir Norwegia lolos, sudah ludes dalam dua hari.

Akar Raksasa

Meski lahir di Leeds, tempat ayahnya, Alf-Inge Haaland, bermain untuk Leeds United, Bryne-lah tempat Haaland tumbuh dan berlatih.

Striker Manchester City setinggi 1,95 meter itu telah mencetak 62 gol dalam 54 pertandingan internasional senior.

Ia masih sering muncul di tempat favoritnya di kota, menyumbangkan perlengkapan sepak bola untuk anak-anak, dan mengadakan kompetisi membaca.

Musim gugur ini, buku langka saga Viking abad ke-16 yang dibelinya akan tiba di perpustakaan setempat.

Andreas Vollusund, wali kota Bryne yang juga mantan guru Haaland, mengatakan pemain berusia 25 tahun itu berdampak besar pada kota.

"Kami bangga dengan bocah kecil yang tumbuh menjadi Viking raksasa. Sekarang Bryne adalah ibu kota Norwegia, bukan Oslo," ujarnya.

Vollusund mengingat tekad kuat Haaland sejak kecil. "Saat berusia 10 tahun, dia bilang akan menjadi pemain sepak bola.

Dia sangat fokus. Kami memiliki budaya bersenang-senang dengan anak-anak, bekerja keras, dan berpijak di tanah," tambahnya.